Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Selasa, 15 September 2026

Pergi Untuk Kembali

 



Malam itu, malam yang paling aku tunggu. Setelah sekian lama akhirnya aku bisa menemui pacarku. Meskipun drama delay pesawat yang sangat menjengkelkan tapi rasa itu akan hilang ketika bertemu dengannya. Aku sudah berada di Bandara El Tari. Perlahan kaki ku menuju pintu keluar kedatangan. Udara malam yang dingin menyambutku, membuat badanku perlu kehangatan untuk dipeluk, dan aku merogoh saku celana untuk mengambil ponselku. Tidak lama kemudian, suara notifikasi telfon masuk, dan aku tidak sabar untuk mengangkatnya. 

"Seng, kamu di mana? Aku sudah di depan." Senyumku langsung mengembang begitu aku mendengar suaranya. "Iya, aku sudah di dalam bandara, sebentar lagi keluar." Jawabku. 

Ya, tujuan aku datang ke sini sudah jelas, yaitu untuk bertemu dengannya. Dia yang sudah lama aku rindukan, dia yang membuat aku tanpa berpikir untuk datang kesini ketiga kalinya. Ya ini jadi pertemuan kami ketiga kalinya. Kalau ditanya alasannya ya aku jawab dengan lantang karena "Cinta". Pertemuan ketiga kali ini akan ku maksimalkan waktunya dan  sepenuhnya untuk kami berdua. Mungkin kami hanya akan jalan-jalan seputaran Kota Kupang atau berjalan kaki ke restoran terdekat, tapi apa pun itu, yang penting adalah kami bersama. Aku membayangkannya dan tidak bisa berhenti tersenyum.

Tidak lama kemudian, aku keluar dari pintu kedatangan dan melihat satu sosok wanita yang selama ini nemenin hari-hariku. Ya, itu dia, Felia. Akhirnya, setelah sekian lama, hari ini tiba. Aku melambaikan tangan dengan penuh semangat saat melihat felia berdiri dengan ciri khas senyumannya. Aku peluk dan mencium pipinya. Matanya menatapku dengan senyumnya. Senyum yang selalu membuat hatiku berdebar-debar.

"Gimana perjalananmu tadi? Lancar sajakah?" Tanyanya

"Puyeng seng, capek juga. Delaynya keterlaluan. Tapi sekarang sudah engga capek lagi, kan sudah ada kamu" Jawabku

"Bisa aja Sumanto", Jawabnya dengan ketawa 

Ia menggandeng tanganku dan menuntun aku keluar dari bandara. Di dalam mobil aku hanya melihat dia berbicara. Sejak terakhir pertemuan kita tidak ada yang berubah dari dia. Semuanya tetap sama. 

Hari-hariku di Kota Kupang selalu bersama dia. Pagi, siang dan malam. Anterin dia kerja ke kantor BRI, sorenya ketika matahari terbenam menjemput dia pulang kerja. Siklus itu yang membuatku merasa nyaman dan seneng. Ini seperti pasangan suami istri yang baru menikah. Aminin aja ya seng hehe. 

Waktu terus berlalu. Di Jumat siang, aku bersama Felia dan teman-temannya pergi ke pantai. Kita ngecamp di sana. Kita menikmati keindahan sunset dan sunrise terbaik di Kupang. Kita banyak mengabadikan momen berdua. Hari itu hari menyenangkan buat aku dan Felia. 

"Seng, terima kasih ya sudah ngajak aku kesini." 

"Iya sayang, lihat kamu senang aku juga senang."

Setelah pulang dari kita ngecamp. Perasaan ini terasa berat. Dua hari lagi aku kan pulang ke Kotaku, Bengkulu. 

Melihat dia dengan sedihnya membuat aku tidak kuat menahan rasa tangis ini. Ini ketiga kalinya aku bertemu dengannya tapi di pertemuan ini yang paling berat untuk kita berdua. 

"Kita tahun depan masih bisa bertemu lagi kan?" Dia membuka percakapan dengan nada yang berat. 

"Belum tahu sayang, tapi aku selalu mengusahakan untuk kita bertemu tahun depan." Jawabku dengan nada yang sama seperti Felia. 

"Aku tidak kuat kita seperti ini, aku tidak kuat seng. Berat banget mau lepasin kamu. Siapa lagi yang temenin aku pergi dan pulang kantor? Siapa lagi nemenin aku makan? Siapa lagi yang bilang rambut ku harum? Siapa lagi seng? Ayolah seng, jangan jauh-jauh terus. Tidak kuat seperti ini" 

Mendengar penjelasan itu aku langsung meneteskan air mata dan memeluknya. 

Dia berkata lagi "aku ingin bertemu denganmu setiap hari" jawabnya dengan tangisan yang buat aku tidak kuat merasakan ini. 

"Iya sayang, doakan aja ya kalau ada rezeki lebih nanti aku bakal kembali kesini. Aku usahakan tiap tahun kita bertemu ya, aku usahakan itu." Jawabku dengan nada yang lembut. 

"Beneran ya kamu bakal kembali lagi kesini?" Tanyanya dengan nada yang menyakinkan. 

"Iya sayang, aku usahakan itu ya. Sudah jangan bersedih lagi. Sini aku peluk"

Jam 12.05 di bandara jadi pelukan terakhir aku untuk Felia. Pelukan terakhir di tahun ini. Kita mengungkapkan rasa emosional kita satu sama lain. 

Aku menarik napas dalam - dalam, aku menatapnya dengan penuh harap "tunggu aku ya seng, sabar terus ke aku, tahun depan aku akan kembali ke sini, aku janji."

Dia tersenyum "iya sayang, kita pasti akan bertemu lagi."

Setelah langkah kaki ini meninggalkan dia, aku merasa sedikit lega, meskipun tidak tahu bulan berapa aku akan kesini lagi, tapi aku percaya tahun depan kita akan bertemu lagi. 

Terima kasih Felia, untuk kebaikan mu selama aku di Kota Kupang. Semoga pertemuan berikutnya jadi pertemuan terakhir kita sebagai "Pacar" 

Love you


Ditulis: Fanny Indra Pratama







Tidak ada komentar :

Posting Komentar