Sepanjang hidup aku punya empat warna favorit.
Pertama adalah putih, warna yang selalu mengingatkanku kepada kematian.
Warna putih bagiku sangat personal, iya selalu memberiku garis batas pengingat tentang siapa aku dan seberapa kecil aku di dunia ini. Bahkan, sebagai laki-laki pada umumnya, selain mendominasi isi lemariku dengan kaos berwarna hitam, hampir sepertiga warna pakaianku adalah putih.
Kedua, aku suka warna kuning, karena tak kalah personal untukku. Kuning mengingatkanku pada momen patah hati ketika baru lulus sekolah.
Dulu, setelah putus dengan kekasih pertamaku, aku memutuskan untuk membeli sepasang ikan cupang bewarna kuning untuk menghibur diri yang berbulan-bulan kemudian baru kusadari ternyata dua-duanya berkelamin jantan. Meski begitu konyol, ini menjadi salah satu kisah paling memilukan sepanjang hidupku.
Ketiga adalah warna hitam, warna yang memang sudah sewajarnya disukai laki-laki. Jika kalian bertanya apa alasanku menyukai warna hitam, dengan mantap aku akan menjawab, "Aku menyukai band rock Jepang "One Ok Rock". Karena band itu identik dengan warna hitam.
Nah, yang terakhir sudah barang tentu dan tak boleh terlewatkan bahwa aku mengidolakan warna merah.
Sebenarnya ada banyak alasan kenapa aku menyukainya, yang mungkin jika ku jelaskan satu persatu akan terlalu panjang. Tapi, aku menyukai warna merah karena ia adalah representasi klub sepakbola favoritku. Liverpool. Selain itu warna merah menurutku sebagai warna keberanian. Lebih dari itu, warna merah bagiku adalah satu-satunya warna paling menenangkan dan warna paling dekat dengan pengorbanan. Pengorbanan dalam segala hal.
Oh ya, konon katanya, warna merah adalah satu-satunya pula warna yang setelah dibakar bisa berubah menjadi bentuk yang lebih indah. Aku sih percaya - percaya aja, ya.
Ditulis: Fanny Indra Pratama

Tidak ada komentar :
Posting Komentar