Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Selasa, 17 Desember 2024

Ikat aku di tulang belikat mu

 


Ada hal yang membuatku malam tadi merasa tak baik-baik saja. Perasaan cemburu dini hari yang berusaha untuk memendam dan menahannya. Hancur dan sedih yang begitu amat dalam yang aku rasakan. Aku tak mampu lagi menahan sesak dalam dada ini. Cemburu, sedih, bingung harus berbuat apa, dan kecewa semua melebur menjadi satu.

Pada tulisan ini aku ingin menuangkan semua rasa itu. Semoga dengan begitu, rasa sesak ini sedikit bisa lega. Malam tadi aku merasa cemburu. Cemburu banget. Sehabis kita telpon aku belum tidur. Aku menghabiskan waktu dini hari menscroll twitter. Ntah bisikan apa yang ada di telingaku seketika itu aku pengen buka second ig mu. BEEEEEMMMM!!! Hal yang engga aku sangka akhirnya terjadi. Aku melihat kamu membuka blokiran dan memfolback lagi mantanmu. Jujur hatiku sakit. Cemburu melanda perasaan ini secara tiba-tiba.

Aku tidak menyangka hal ini terjadi. Di mana dulu kamu pernah berjanji untuk tidak mau berkomunikasi lagi sama mantan-mantamu dan sekarang kamu membuka lagi pintu komunikasi sama dia. Aku beneran kecewa. Sangat.
Tetapi aku belajar untuk memahami hal itu. Malam setelah kamu tidur, aku mencoba menenangkan diri untuk tidak terbawa emosi. Dan pada akhirnya aku pasrahkan hingga terbawa pada mimpi.

Tentu kamu merasakan jika pagi harinya ucapanku telah berbeda dari biasanya. Aku langsung menceritakan mimpiku ke kamu. Menceritakan semuanya yang ada dalam mimpi itu. Setelahnya aku langsung menanyakan apa alasan mu memfollback lagi mantanmu yang di mana kamu berjanji tidak akan melakukan itu. Jawabanmu seolah-olah menembaku dengan senjata AK-47 yang bisa menembus hatiku. Kamu bilang "aku merasa jahat sudah unfollow dia" Astaga aku terkejut mendengarnya. Sejak kapan kamu punya perasaan kasihan ke dia? Sejak kapan? Dan lebih menyakitkannya lagi kamu memfolback dia saat hubungan kita baik-baik saja. Aku berusaha untuk menahan rasa amarahku, karena aku sudah berjanji ke kamu engga ada lagi nada-nada tinggi dalam komunikasi kita. Tetapi aku sadar. Keinginan manusia bisa berubah dalam kondisi dan situasi apapun. Termasuk juga dirimu. Akhirnya aku hanya bisa menerima penjelasanmu yang menyakitkan itu. 

Kamu tahu, Fel, aku sensitif terhadap mantan. Apapun itu. Kamu sering menanyakan mantan-mantanku yang buatku kurang nyaman, tapi dengan keterpaksaan aku menceritakan semuanya. Karena engga ada lagi yang mau ditutup-tutupin, termasuk yang baru-baru ini kamu ketahui. Aku orangnya tidak mau ada masa lalu yang belum selesai. Menurutku masa lalu perlu disikapi dengan hal yang menganggu. Tapi kalau kamu kurang setuju dengan perkataan ku tak mengapa, hanya saja kalau mengingat masa lalu membuat hidupmu tak nyaman. Aku tahu, tak mudah sepenuhnya menghapus ingatan masa lalu. Tapi kamu harus bisa menempatkan masa lalu dan kini secara terpisah. 

Kenapa aku menulis seperti ini? Karena perlakuan mu itu engga adil buat aku. Selama kita ribut tidak ada kepikiran aku mau menghubungi mantan atau mengingatnya, selama kita pacaran engga ada kepikiran buat unfollow dan folback mantan. Engga ada. Tapi semuanya kamu melakukannya. Aku merasakan patah hati banget, secepat itu perasaan kamu berubah. Secepat itu. 

Seperti tulisanku sebelumnya, aku tidak bisa jatuh cinta sendirian Fel, tidak bisa. Aku pernah melakukannya dan kalah. Aku tidak mau itu terjadi lagi. Kalau perasaanmu sekarang ada yang mengganjal tolongg, tolongg ceritakan ke aku, kalau ada salah tolong kasih tahu. Biar aku memperbaiki semuanya. Dan juga kalau seandainya usaha yang sudah ku lakuin untuk memperbaiki hubungan ini masih belum cukup membalikan perasaanmu, aku usaha lagi. Dan belum cukup juga, aku mundur. 

Beda kota, pisah raga, bukan masalahku 

Lihat wajahmu di layar, ku tetap bersyukur

Lirik lagu dari Feast- Nina, sangat relate denganku sekarang ini. Karena aku telah jatuh cinta padamu, maka aku akan mengusahakan cinta ini. Aku akan sedikit berdoa & meminta kepada Tuhan, tapi dari yang sedikit itu kumasukkan permintaan bisa terus hidup senang bersamamu. Terlepas sakit hati mengingat kejadian semalam. Aku akan memperjuangkan cinta ini. Ada satu hal yang perlu kamu ketahui, aku orang yang engga percaya ada cinta yang bisa selama-lamanya, tapi aku percaya ke kamu dan aku bisa mewujudkannya. Kita harus bisa. 

Satu kesenangan bersamamu itu sudah cukup. Dan aku mulai suka dengan kamu yang membiarkan rambutmu hidup dan bebas. Meskipun rambutmu menutup telingamu, aku masih suka untuk memperhatikannya. Takut ada yang bisik - bisik untuk ninggalin aku. Tapi aku rindu, dan cinta, dan itulah kenyataannya.

Ditulis ketika hujan sedang deras-derasnya, dan aku terjebak di kantor. 




Ditulis: Fanni Indra Pratama






Senin, 09 Desember 2024

Walau pedih ku bersamamu kali ini, ku masih ingin melihatmu esok hari


Bolehkah aku menulis janji di sini? Janji dari laki-laki dengan sifat keras kepalanya kepada wanita yang sedang mulai ragu rasa cintanya? Janji untuk tidak melakukan hal yang tidak disukai, tidak hanya untuk satu masalah, tapi juga untuk ribuan masalah yang akan datang silih berganti. Tidak hanya satu tindakan, tapi juga untuk ribuan tindakan di masa depan.

Aku sengaja menulis di sini, di ruang publik digital, di mana semua hal akan sulit untuk dihilangkan. Sengaja agar semua orang bisa membaca hal yang aku janjikan kepadamu. Akan selalu ada konsekuensi yang menakutkan untuk sebuah janji yang dituliskan di ruang publik digital seperti ini. Konsekuensi dari bacot netizen yang tajam dan tidak berperasaan. Jangankan membayangkan konsekuensi jika janji ini dilanggar, dan kamu mengunggahnya di media sosial, membayangkan apa yang akan dibacotkan netizen ketika tulisan ini dibagikan saja sudah takut. 

***

Aku tidak pernah membayangkan di tahun ini akan punya kisah cinta yang begitu berat. Tidak pernah sama sekali, bahkan aku tidak pernah menyiapkan apapun tentang ini.

Waktu aku bercerita tentang mengambil keputusan besar, rasanya aku sudah siap dengan segalanya. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Aku sadar waktu aku mengambil keputusan itu, masih ada masalah yang belum selesai, alih-alih berusaha menyelesaikannya, aku memilih untuk menganggap itu tidak ada. Itu sebuah tindakan yang bodoh.

Jika diingat, rasanya memang salah, tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengembalikan waktu, rasa sesal itu, biarlah jadi pelajaranku, untuk tidak seperti itu lagi.

Setelah pertengkaran hebat itu ada satu hal yang membuat perasaanku ganjal tentang hubungan kita. Setelah melewati masa-masa terberat dalam hubungan ini sikap dan keinginanmu sudah mulai berbeda. Tidak seperti dulu. Yang di mana kamu selalu excited banget tapi sekarang sudah tidak seperti dulu. Aku merasa ada keraguan dari cara kamu bersikap. 

Contoh kecil tiap pagi kita telponan sebelum ayam berkokok. Biasanya kalau aku yg nelfon kamu langsung angkat secepat mungkin tapi sekarang harus bunyi alarm dulu baru bisa bangun. Dan aku tanya kenapa seperti itu? Kamu bilang tidak bunyikan nada dering dan menurutku tidak masuk akal. Itu hanya sebagian saja. Aku hanya merasa kehilangan cara dia merespon.

Aku berupaya dan berusaha untuk merubah semua sifat keras ini untuk hubungan yang lebih baik. Aku ingin seperti fanni yang kamu kenal di bulan April. Dari amarah, emosi dan cara bersikap yang dulu sudah ku buang jauh-jauh. 

Hmmm tapi semakin aku ingin merubah semuanya kamu malah semakin slow respon, tidak seperti yang dulu. Bingung, dengan cara apa untuk meyakinkanmu. Apa semuanya yang sudah ku lakukan masih belum yakin? Ntahlah itu semua jawabannya ada di kamu. 

Selain mendo'akan orang tua ku, aku juga mendo'akan hubungan kita selesai shalat. Mungkin cara do'a kita berbeda tapi aku yakin doa kita akan didengarkan sang Pencipta. Aku pernah janji ke kamu, mungkin ini sudah berkali-kali ku bilang "engga ada satu haripun kamu merasa sedih bila bersamaku" Aku usahakan itu gimana pun caranya. 

Felia, aku tunggu kamu di rumah, di tempat di mana kita merasakan bener-bener jatuh cinta. Saat ini aku belum mengenali Felia. Felia yang aku mau bukan seperti ini. 

Felia sekarang adalah sosok yang membingungkan, pun begitu, akan aku kejar terus, beratnya, ringannya, senangnya serta sedihnya, juga dinginnya, adalah apa yang membuat seorang Felia, ya seorang Felia. 

Mungkin dia suka, mungkin juga engga, tapi yang penting, Felia saat ini, belum meminta aku untuk berhenti. Atas dasar sedikit kepercayaan dan Iman seadanya ini, aku berjalan. 

Seharusnya Felia engga tahu aku menulis ini. Aku juga enggak ada rencana mau kasih tau tulisan ini, tapi ya here I am. Karena galau dan bertanya - tanya, apa yang sebenarnya terjadi. 

Yang jika benar, apa yang terjadi di antara kita adalah benar adanya, dan kamu pun merasakan yang sama, tolong kasih tahu aku ya, tolongg. Aku engga kuat jatuh cinta sendirian, Fel. Aku pernah merasakan hal ini dan aku kalah. Melihatmu dari apa yang tampak oleh mata menghasilkan perasaan yang turun ke hati, lalu dari situ, aku harap, tidak kembali naik menjadi air mata. Aku akan usahakan hubungan ini, jika ada yang membuatmu tidak nyaman, mohon diberitahu.

Pulanglah Sayang, aku tunggu kamu. 


"Walau pedih ku bersamamu kali ini

Ku masih ingin melihatmu esok hari"

Hindia - Evaluasi


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Minggu, 01 Desember 2024

Setidaknya cinta kita masih menyisahkan do'a



Malam ini angin besar dari utara menghempas badan

Hujan turun bebarengan kadang bikin demam 

Sekali kita pening hanya oleh gerimis

Manusia memang renta dan kita tidak luput dari itu

Mudah sakit tapi selalu bisa sembuh

Mudah menangis tapi selalu bisa tersenyum

Mudah marah tapi selalu bisa tertawa

Sayangku, Felia

Dengan semua yang sudah terjadi 

Maaf atas kegaduhan yang pernah dibuat 

Cinta yang besar dan pengorbanan besar 

Selalu di abaikan dan berujung penyesalan

Tapi percayalah satu demi satu akan pergi 

Hingga menyisahkan kita berdua

Di dunia yang sementara 

Dan cinta kita masih menyisahkan do'a


PS: Sayang, malam ini aku belum bisa tidur, dikarenakan suara hujan deras dan ada beberapa hal yang aku pikirkan soal hubungan kita. Intinya aku tidak mau kehilanganmu. Ini ada satu puisi yang ku buat untukmu. Aku sayang kamu. Selalu

Ditulis: Fanni Indra Pratama

Kamis, 28 November 2024

Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka


Aku bingung kalimat apa yang mau di awali menulis tentangmu. Coba ku ingat terakhir nulis tentangmu mungkin pada saat aku masih ngekost di Kabupaten Lebong. Lumayan lama juga ya? Eh engga deh, aku baru ingat. Ulang tahunmu aku menulis tentangmu hehehe maaf ya seng aku sering lupa. 

Oke seng, langsung aja ya. Ada yang ingin aku sampaikan sesuatu ke kamu, tentang hubungan kita. Ini semua jujur dari aku. Ini semua untuk kamu, engga ada yang lain.

Seminggu terakhir ini aku merasakan galau yang luar biasa. Aku merasa kacau, aneh dan linglung. Itu semua disebabkan sifatmu yang akhir-akhir ini slow respon. Aku tidak tahu perubahan apa yang ada dalam dirimu. Kamu tau sendiri hidupku selalu ada kamu. Apa-apa ke kamu, semuanya ke kamu. Ketika kamu berubah sifat seperti itu aku merasa kesepian, merasa sendiri, merasa kehilangan. Aku merasakan yang tidak pernah aku rasakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekali lagi, hidupku terlalu banyak kamu.

Malam tadi telfonan kita bahas semuanya. Kamu jelasin ke aku kenapa kamu bersikap seperti itu. Aku mendengar semuanya dan memahami kata perkata yang kamu jelasin. Sampai aku tahu di mana letak salahku. Setiap manusia pasti ada batas kesabarannya mungkin kamu sudah merasa di batas kesabaran untuk menghadapi sikapku yang super egois. Kamu terlalu baik, setiap aku marah selalu nenangin aku. Sampai kamu menahan amarah dan air mata ketika aku ngomong sesuatu yang tidak mengenakan. 

Aku minta maaf ya seng, selama ini aku mencintaimu dengan cara yang salah, dengan cara yang tidak aku suka, dengan cara yang bukan seseorang Fanni. Untukku, seorang laki-laki seharusnya mencintai apa adanya, menjaga hati dan perasaannya. Tapi nyatanya tidak, aku cuma bisa mencintaimu tapi tidak menjaga perasaanmu. Aku salah, aku brengsek, aku egois. Bodohnya aku tidak intropeksi diri. Itu kesalahanku. 

Aku ingin sekali membalik keadaan seperti awal kita jatuh cinta, saling sayang dan saling mengerti. Aku ingin mengubah sifatku yang batu ini. Aku ingin mencintaimu lagi. Seterusnya. Yang aku yakini sekarang cinta bukan tentang saling suka tapi bagaimana kita membuat cinta itu tulus, sabar tanpa sebab. Satu hal, Felia, kesabaran untuk mencintai itulah yang tidak ada dalam diriku sekarang. Aku terlalu memikirkan perasaan ku tanpa memikirkan kesabaranmu menghadapi caraku yang keras ini. Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka. Sekali lagi, Seng, aku ingin mencintaimu yang akan hidup bersamaku sehidup semati, sampai tua, sampai jadi debu. Seperti lagu sakral kita.

Hmmm aku bingung seng, mau nulis apalagi. Semuanya sudah aku sampaikan. Atau aku berhentikan saja tulisannya di sini? Hmmm tidak, aku harus menulis, sampai kapanpun terlebih ini untukmu. Lanjut, ya. 

Ada beberapa pertanyaan yang ingin ku sampaikan ke kamu

"kenapa kamu harus jadi orang yang bisa selalu lantang panggil aku sayang sedangkan aku selalu panggil kamu dengan kata seng?"

"Kenapa kamu harus jadi orang yang aku dulu baru lainnya sedangkan aku masih sering kelimpungan dengan rutin sampai lupa balas ucapan selamat malam."

"Kenapa kamu harus jadi orang yang selalu memprioritaskanku sedangkan aku setiap harinya cuma berpikir enaknya ngetweet dan ngetweet."

Felia, maaf aku bukanlah pacar yang sempurna dan bahkan seringkali mengecewakanmu, tapi aku akan berusaha membuatmu senang bahagia dan tidak membiarkanmu susah. Pepatah cina mengatakan dalam lautan kita tau, dalamnya cinta aku sama kamu kita engga tahu. Engga ada yang tahu sayang. Selama kita hidup, aku cuma ingin selalu berusaha kamu mengicip sedikit dari cinta yang indah itu, sebab kita tdak akan pernah sanggup menampungnya. Indah sekali, sangat indah. Aku pengen kita selalu berada disitu. Sedikit marah-marah banyak bahagianya. Semoga sepanjang waktu sampai maut memisahkan kita. 

I love you so much dan kamu akan tetap begitu sayangku. Makasih ya kamu sudah terlalu sabar ke aku. Kita sama- sama mengarungi ombak yang besar dihadapan kita nanti ya. Aku menulis ini saat sedang merindukanmu, mungkin saat kamu baca sudah berada di kota Makassar. Itu saja yang ingin aku sampaikan. Aku mencintaimu selalu.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Selasa, 26 November 2024

Membebaniku

Seminggu terakhir ini aku merasakan sakit, namun aku tidak tau sakitnya di bagian mana. Aku hanya merasa semua hal terasa menyakitkan dan aku tidak ingin berlarut di suasana itu.

Aku memilih untuk tetap melanjutkan hari-hariku, dengan segala kesibukanku, berharap semuanya berlalu dan sembuh dengan sendirinya.

Tepat seminggu lalu aku merasakan hidupku kosong yang penuh luka. Berat, sangat berat. Aku tidak tahu kemana harus berjalan. Pandanganku semuanya gelap, tidak ada satu cahaya pun yang menyinari perjalananku. 

Akhirnya aku memilih meninggalkan semua luka itu dibelakangku dan menghadapkan pandanganku ke depan, mendekatkan hatiku kepada Tuhanku, mencoba membangkitkan semangatku, menaikkan valueku, menuruti semua yang aku inginkan dan mengupayakan bahagiaku dengan caraku sendiri.


Sekalipun jauh di dalam lubuk hatiku, aku tidak tahu, apakah yang kulakukan ini tepat atau tidak.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Minggu, 17 November 2024

Hujan menjelang akhir tahun

Setiap sore hujan turun dalam tiga hari ini, merata di seluruh Bengkulu. Aku tidak membenci hujan, tapi hujan menjelang akhir tahun tidak terlalu aku suka. Dulu menjelang akhir tahun adalah musim di mana anak-anak bermain layangan, angin kencang, kondisi terbaik untuk terbang, tapi sekarang sudah berbeda.

Di Indonesia kita mengenal 2 musim, musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi karena ada cukup sinar matahari yang menaikan suhu permukaan, cukup hangat untuk menguapkan air laut, berkumpul menjadi awan, tertiup oleh angin, lalu jatuh sebagai hujan. Kalau musim kemarau, sebaliknya suhu permukaan cukup dingin, tidak cukup untuk menguapkan air di lautan.

Baiklah, sembari menunggu hujan reda, mari kita nikmati secangkir bandrek dan sepotong roti kukus, tapi tunggu, di sana ada potongan coklat, aku akan menyebunyikannya, menikmati manisnya pelan-pelan, hanya untukku… Ya.. Hanya untukku…



Ditulis: Fanni Indra Pratama



Senin, 11 November 2024

Kebohongan hidup

Sebenarnya hidup tuh harusnya simple ya? Bangun, sarapan, kerja, capek, tidur, bangun lagi.. Atau.. Sesimple lahir, jadi bayi lucu, lalu jadi anak kecil yang bahagia, terus jadi remaja idola, kemudian jadi dewasa panutan. Tua, lalu mati masuk surga..

Tapi kenyataannya engga gitu sih. Pasti ada aja yang terjadi, hal-hal yang tidak terduga. Hal-hal di luar rencana. Kadang ada hal yang membuat kita berpikir "Nih kayanya ada yang salah nih?", lalu mencoba menganalis hidup, seakan-akan hidup adalah sebab-akibat yang bisa diprediksi, padahal tidak pernah ada yang pasti dalam hidup ini, kecuali kematian dan ketidakpastian itu sendiri..

Halaah Ini apa coba, gegayaan banget kamu nulis kaya gini, Fan. Kek hidupnya paling susah aja.


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Jumat, 11 Oktober 2024

Hilang

Ada yang bilang "Waktu adalah penyembunyi terbaik", bukan. Bukan penyembunyi, tapi pencuri, ia bisa menghilangkan segala banyak hal.

Semua senja yang merah merona itu, akan hilang ditelan waktu, juga kenangan yang pernah dibuat, ingatan-ingatan dan rayuan yang memabukan, sampai rasanya tidak ingin menghilang. Semuanya akan hilang perlahan seiring berjalannya waktu.

Mungkin kita hanya perlu menunggu, apapun yang kita tidak inginkan, biar sang waktu yang mengambilnya, ya kita hanya perlu menunggu.

Kita yang dulu berjuang, untuk sebuah harapan, juga telah hilang. Lalu, bagaimana yang tidak pernah datang?




Ditulis: Fanni Indra Pratama

Selasa, 01 Oktober 2024

Hepy besdey manusia paling keren setongkrongan Anggut

29 kali aku nyampe di 01 Oktober ini. Gila, 29 broo. Di tahun ini pula aku ulang tahun terakhir di umur 20an. Angka yang banyak, yang harusnya cukup untuk menjadi dewasa, penuh pengalaman, penuh cerita, eh engga penuh-penuh amat sih, tapi yang pasti banyak lah..

Semua orang perlu satu hari untuk jadi hari renungan selama satu tahun kebelakang, dan untukku hari ini. 

Jadi ada apa di angka 28 kemaren? Hemmm… kayanya engga banyak perubahan, masih gitu-gitu aja, kayaknya setahun kebelakang ini fokusnya malah ke investasi, belajar investasi lebih tepatnya. Yang lainnya? Lagi belajar bahasa Inggris, ntah kenapa aku mau fokus ke grammar. Bahasa inggris ku sekarang masih engga terlalu bagus, walaupun beberapa kata udah mulai ngerti, bahkan untuk menuliskan apa yang telah terjadi di setahun ke belakang aja bingung.. Tapi ya udahlah, intinya tidak ada perubahan yang besar di setahun kebelakang. 

Ya sudah, mari kita tutup catatan tahun lalu dan buka catatan tahun baru, mengisinya dengan hal-hal yang ntah bagaimana.

Udah mau magrib nih, pulang dulu ah, ibu masak gulai udang tempoyak, gulai kesukaan hihihi. Bye





Ditulis: Fanni Indra Pratama

Jumat, 20 September 2024

Mari kita rayakan lagi

Tahun depan kita akan mengulang momen ini

Menemanimu bermain pasir pantai di bawah langit merah Kota Bengkulu

Aku akan menggunakan sepatu biasa

Dan kamu berhak tampil sebagai tuan putri

Yang paling berbahagia sampai matahari menggelamkan dirinya

Selamat ulang tahun, Zea

Tumbuh kembanglah dengan gembira dan berani

Seperti do'a kemenangan yang sudah-sudah

Tapi janji, kalau ngantuk engga usah pakai nangis 🥰🤗😍


Salam hangat dari oom mu, Manusia paling keren setongkrongan Anggut.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Jumat, 13 September 2024

Friday I'm In Love

Termenung dengan lagunya The Cure yang Friday, aku ke masjid. Bukan, bukan itu, tapi Friday, I’m In Love, mari kita bahas sesuatu yang berhubungan dengan cinta. Iya, karena lagu itu maka secara tidak langsung beberapa orang di dunia ini, menganggap Jumat adalah hari untuk cinta, CINTA ya bukan bercinta hahaha

Oke, lanjut, kenapa Jum'at ya? Ada apa dengan Jum'at? Kenapa engga Kamis? Rabu? Atau Selasa? Mungkin karena Sabtu hari pemalakan oleh pacar(kalau punya), Minggu bokek dan kecapean, Senin hari menghadapi kenyataan pahit kehidupan kantor, Selasa, Rabu, Kamis itu nama-nama hari, maka Jum'at adalah hari yang pas untuk dibilang hari jatuh cinta, ya begitulah kira-kira filosofinya hehehe

Oke, itu tadi ngaco, jadi gini ceritanya tadi pagi muncul twit tentang LDR, twitnya kira-kira seperti ini "LDR 5 tahun, itu pacaran apa nyicil motor?". Aku pribadi tidak masalah dengan orang yang LDR, tapi LDR bertahan sampe 5 tahun itu WAW banget atau emejing banget untukku. Aku juga pernah LDRan, pernah merasakan rindu dari jauh. Menurutku LDR yang sehat itu hanya sampai 3 tahun, lebih dari itu kamu akan membuang waktumu. Maka kamu harus mencoba dengan yang lain, mungkin lebih baik, tapi bisa jadi lebih buruk, kalau kamu dapat yang lebih buruk, kamu minta balikan, itu juga kalau kamu engga malu.

LDR adalah model pacaran yang cocok untuk jaman sekarang, di mana ruang dan waktu tidak terasa lagi, jaman di mana kemungkinan bertemu orang baru setiap harinya begitu besar, kita tidak lagi hidup di jaman Ariel Peterpan, di mana kita bahagia setelah mendengar lagu "Mungkin nanti", tapi kita hidup di jaman emoticon kepala botak yang bisa mewakili rasa, baik itu seneng, sedih dan kecewa. Maksudku gini, jaman sekarang ini lebih baik kamu berkenalan dengan banyak orang, jalan, ngedate, ttman, atau apalah itu, dengan dengan beberapa orang sebelum menjadi hubungan kamu menjadi serius, karena penasaran kamu habis di masa muda, dan kalau akhirnya kamu tetap milih pasangan LDR kamu, setelah jalan dengan banyak orang, berati memang orang itu yang bener-bener pas sama kamu, iya kan? Iya-in aja deh biar cepet. Lebih baik kamu playboy atau playgirl di masa muda, daripada jadi om om genit dan tante girang di masa tua, karena itu enggak bagus men. 

Aku sendiri yang pernah mengalami kegagalan cinta (Kegagalan cinta… Dangdut banget men!), mencoba untuk lebih terbuka, sabar dan bisa mengontrol emosi. Karna ku tahu dalam sebuah hubungan itu saling mengerti sangat penting. Penting banget. 

Tapi untuk kamu-kamu yang sudah menyandang gelar jomblo tetap, jomblo ngenes dan  jomblo konsisten, dengan jumlah mantan gebetan lebih besar dari mantan pacar, dan sudah masuk kedalam zona aku-bukan-siapa-siapanya-kamu lebih sering dari jumlah bintang-bintang di angkasa, teori mencoba jalan dengan beberapa orang ini tidak disarankan untuk dilakukan, karena bisa jadi ketika kamu dapat pacar, lalu mencoba teori itu, dan berakhir dengan kaburnya sang pacar, kamu membutuhkan bertahun-tahun untuk dapat pacar lagi, jadi sebaiknya untuk para golongan di atas, kalau sudah dapat pacar, cepat-cepat diresmikan saja, dari pada naik level jadi jomblo legenda.

Nah jadi begitulah kira-kira cerita cinta kali ini. Udah ah, mau potong rambut dulu, siapa tau mirip Ariel Noah. Amiinn



Ditulis: Fanni Indra Pratama