Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Minggu, 01 Desember 2024

Setidaknya cinta kita masih menyisahkan do'a



Malam ini angin besar dari utara menghempas badan

Hujan turun bebarengan kadang bikin demam 

Sekali kita pening hanya oleh gerimis

Manusia memang renta dan kita tidak luput dari itu

Mudah sakit tapi selalu bisa sembuh

Mudah menangis tapi selalu bisa tersenyum

Mudah marah tapi selalu bisa tertawa

Sayangku, Felia

Dengan semua yang sudah terjadi 

Maaf atas kegaduhan yang pernah dibuat 

Cinta yang besar dan pengorbanan besar 

Selalu di abaikan dan berujung penyesalan

Tapi percayalah satu demi satu akan pergi 

Hingga menyisahkan kita berdua

Di dunia yang sementara 

Dan cinta kita masih menyisahkan do'a


PS: Sayang, malam ini aku belum bisa tidur, dikarenakan suara hujan deras dan ada beberapa hal yang aku pikirkan soal hubungan kita. Intinya aku tidak mau kehilanganmu. Ini ada satu puisi yang ku buat untukmu. Aku sayang kamu. Selalu

Ditulis: Fanni Indra Pratama

Kamis, 28 November 2024

Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka


Aku bingung kalimat apa yang mau di awali menulis tentangmu. Coba ku ingat terakhir nulis tentangmu mungkin pada saat aku masih ngekost di Kabupaten Lebong. Lumayan lama juga ya? Eh engga deh, aku baru ingat. Ulang tahunmu aku menulis tentangmu hehehe maaf ya seng aku sering lupa. 

Oke seng, langsung aja ya. Ada yang ingin aku sampaikan sesuatu ke kamu, tentang hubungan kita. Ini semua jujur dari aku. Ini semua untuk kamu, engga ada yang lain.

Seminggu terakhir ini aku merasakan galau yang luar biasa. Aku merasa kacau, aneh dan linglung. Itu semua disebabkan sifatmu yang akhir-akhir ini slow respon. Aku tidak tahu perubahan apa yang ada dalam dirimu. Kamu tau sendiri hidupku selalu ada kamu. Apa-apa ke kamu, semuanya ke kamu. Ketika kamu berubah sifat seperti itu aku merasa kesepian, merasa sendiri, merasa kehilangan. Aku merasakan yang tidak pernah aku rasakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekali lagi, hidupku terlalu banyak kamu.

Malam tadi telfonan kita bahas semuanya. Kamu jelasin ke aku kenapa kamu bersikap seperti itu. Aku mendengar semuanya dan memahami kata perkata yang kamu jelasin. Sampai aku tahu di mana letak salahku. Setiap manusia pasti ada batas kesabarannya mungkin kamu sudah merasa di batas kesabaran untuk menghadapi sikapku yang super egois. Kamu terlalu baik, setiap aku marah selalu nenangin aku. Sampai kamu menahan amarah dan air mata ketika aku ngomong sesuatu yang tidak mengenakan. 

Aku minta maaf ya seng, selama ini aku mencintaimu dengan cara yang salah, dengan cara yang tidak aku suka, dengan cara yang bukan seseorang Fanni. Untukku, seorang laki-laki seharusnya mencintai apa adanya, menjaga hati dan perasaannya. Tapi nyatanya tidak, aku cuma bisa mencintaimu tapi tidak menjaga perasaanmu. Aku salah, aku brengsek, aku egois. Bodohnya aku tidak intropeksi diri. Itu kesalahanku. 

Aku ingin sekali membalik keadaan seperti awal kita jatuh cinta, saling sayang dan saling mengerti. Aku ingin mengubah sifatku yang batu ini. Aku ingin mencintaimu lagi. Seterusnya. Yang aku yakini sekarang cinta bukan tentang saling suka tapi bagaimana kita membuat cinta itu tulus, sabar tanpa sebab. Satu hal, Felia, kesabaran untuk mencintai itulah yang tidak ada dalam diriku sekarang. Aku terlalu memikirkan perasaan ku tanpa memikirkan kesabaranmu menghadapi caraku yang keras ini. Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka. Sekali lagi, Seng, aku ingin mencintaimu yang akan hidup bersamaku sehidup semati, sampai tua, sampai jadi debu. Seperti lagu sakral kita.

Hmmm aku bingung seng, mau nulis apalagi. Semuanya sudah aku sampaikan. Atau aku berhentikan saja tulisannya di sini? Hmmm tidak, aku harus menulis, sampai kapanpun terlebih ini untukmu. Lanjut, ya. 

Ada beberapa pertanyaan yang ingin ku sampaikan ke kamu

"kenapa kamu harus jadi orang yang bisa selalu lantang panggil aku sayang sedangkan aku selalu panggil kamu dengan kata seng?"

"Kenapa kamu harus jadi orang yang aku dulu baru lainnya sedangkan aku masih sering kelimpungan dengan rutin sampai lupa balas ucapan selamat malam."

"Kenapa kamu harus jadi orang yang selalu memprioritaskanku sedangkan aku setiap harinya cuma berpikir enaknya ngetweet dan ngetweet."

Felia, maaf aku bukanlah pacar yang sempurna dan bahkan seringkali mengecewakanmu, tapi aku akan berusaha membuatmu senang bahagia dan tidak membiarkanmu susah. Pepatah cina mengatakan dalam lautan kita tau, dalamnya cinta aku sama kamu kita engga tahu. Engga ada yang tahu sayang. Selama kita hidup, aku cuma ingin selalu berusaha kamu mengicip sedikit dari cinta yang indah itu, sebab kita tdak akan pernah sanggup menampungnya. Indah sekali, sangat indah. Aku pengen kita selalu berada disitu. Sedikit marah-marah banyak bahagianya. Semoga sepanjang waktu sampai maut memisahkan kita. 

I love you so much dan kamu akan tetap begitu sayangku. Makasih ya kamu sudah terlalu sabar ke aku. Kita sama- sama mengarungi ombak yang besar dihadapan kita nanti ya. Aku menulis ini saat sedang merindukanmu, mungkin saat kamu baca sudah berada di kota Makassar. Itu saja yang ingin aku sampaikan. Aku mencintaimu selalu.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Selasa, 26 November 2024

Membebaniku

Seminggu terakhir ini aku merasakan sakit, namun aku tidak tau sakitnya di bagian mana. Aku hanya merasa semua hal terasa menyakitkan dan aku tidak ingin berlarut di suasana itu.

Aku memilih untuk tetap melanjutkan hari-hariku, dengan segala kesibukanku, berharap semuanya berlalu dan sembuh dengan sendirinya.

Tepat seminggu lalu aku merasakan hidupku kosong yang penuh luka. Berat, sangat berat. Aku tidak tahu kemana harus berjalan. Pandanganku semuanya gelap, tidak ada satu cahaya pun yang menyinari perjalananku. 

Akhirnya aku memilih meninggalkan semua luka itu dibelakangku dan menghadapkan pandanganku ke depan, mendekatkan hatiku kepada Tuhanku, mencoba membangkitkan semangatku, menaikkan valueku, menuruti semua yang aku inginkan dan mengupayakan bahagiaku dengan caraku sendiri.


Sekalipun jauh di dalam lubuk hatiku, aku tidak tahu, apakah yang kulakukan ini tepat atau tidak.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Minggu, 17 November 2024

Hujan menjelang akhir tahun

Setiap sore hujan turun dalam tiga hari ini, merata di seluruh Bengkulu. Aku tidak membenci hujan, tapi hujan menjelang akhir tahun tidak terlalu aku suka. Dulu menjelang akhir tahun adalah musim di mana anak-anak bermain layangan, angin kencang, kondisi terbaik untuk terbang, tapi sekarang sudah berbeda.

Di Indonesia kita mengenal 2 musim, musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi karena ada cukup sinar matahari yang menaikan suhu permukaan, cukup hangat untuk menguapkan air laut, berkumpul menjadi awan, tertiup oleh angin, lalu jatuh sebagai hujan. Kalau musim kemarau, sebaliknya suhu permukaan cukup dingin, tidak cukup untuk menguapkan air di lautan.

Baiklah, sembari menunggu hujan reda, mari kita nikmati secangkir bandrek dan sepotong roti kukus, tapi tunggu, di sana ada potongan coklat, aku akan menyebunyikannya, menikmati manisnya pelan-pelan, hanya untukku… Ya.. Hanya untukku…



Ditulis: Fanni Indra Pratama



Senin, 11 November 2024

Kebohongan hidup

Sebenarnya hidup tuh harusnya simple ya? Bangun, sarapan, kerja, capek, tidur, bangun lagi.. Atau.. Sesimple lahir, jadi bayi lucu, lalu jadi anak kecil yang bahagia, terus jadi remaja idola, kemudian jadi dewasa panutan. Tua, lalu mati masuk surga..

Tapi kenyataannya engga gitu sih. Pasti ada aja yang terjadi, hal-hal yang tidak terduga. Hal-hal di luar rencana. Kadang ada hal yang membuat kita berpikir "Nih kayanya ada yang salah nih?", lalu mencoba menganalis hidup, seakan-akan hidup adalah sebab-akibat yang bisa diprediksi, padahal tidak pernah ada yang pasti dalam hidup ini, kecuali kematian dan ketidakpastian itu sendiri..

Halaah Ini apa coba, gegayaan banget kamu nulis kaya gini, Fan. Kek hidupnya paling susah aja.


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Jumat, 11 Oktober 2024

Hilang

Ada yang bilang "Waktu adalah penyembunyi terbaik", bukan. Bukan penyembunyi, tapi pencuri, ia bisa menghilangkan segala banyak hal.

Semua senja yang merah merona itu, akan hilang ditelan waktu, juga kenangan yang pernah dibuat, ingatan-ingatan dan rayuan yang memabukan, sampai rasanya tidak ingin menghilang. Semuanya akan hilang perlahan seiring berjalannya waktu.

Mungkin kita hanya perlu menunggu, apapun yang kita tidak inginkan, biar sang waktu yang mengambilnya, ya kita hanya perlu menunggu.

Kita yang dulu berjuang, untuk sebuah harapan, juga telah hilang. Lalu, bagaimana yang tidak pernah datang?




Ditulis: Fanni Indra Pratama

Selasa, 01 Oktober 2024

Hepy besdey manusia paling keren setongkrongan Anggut

29 kali aku nyampe di 01 Oktober ini. Gila, 29 broo. Di tahun ini pula aku ulang tahun terakhir di umur 20an. Angka yang banyak, yang harusnya cukup untuk menjadi dewasa, penuh pengalaman, penuh cerita, eh engga penuh-penuh amat sih, tapi yang pasti banyak lah..

Semua orang perlu satu hari untuk jadi hari renungan selama satu tahun kebelakang, dan untukku hari ini. 

Jadi ada apa di angka 28 kemaren? Hemmm… kayanya engga banyak perubahan, masih gitu-gitu aja, kayaknya setahun kebelakang ini fokusnya malah ke investasi, belajar investasi lebih tepatnya. Yang lainnya? Lagi belajar bahasa Inggris, ntah kenapa aku mau fokus ke grammar. Bahasa inggris ku sekarang masih engga terlalu bagus, walaupun beberapa kata udah mulai ngerti, bahkan untuk menuliskan apa yang telah terjadi di setahun ke belakang aja bingung.. Tapi ya udahlah, intinya tidak ada perubahan yang besar di setahun kebelakang. 

Ya sudah, mari kita tutup catatan tahun lalu dan buka catatan tahun baru, mengisinya dengan hal-hal yang ntah bagaimana.

Udah mau magrib nih, pulang dulu ah, ibu masak gulai udang tempoyak, gulai kesukaan hihihi. Bye





Ditulis: Fanni Indra Pratama

Jumat, 20 September 2024

Mari kita rayakan lagi

Tahun depan kita akan mengulang momen ini

Menemanimu bermain pasir pantai di bawah langit merah Kota Bengkulu

Aku akan menggunakan sepatu biasa

Dan kamu berhak tampil sebagai tuan putri

Yang paling berbahagia sampai matahari menggelamkan dirinya

Selamat ulang tahun, Zea

Tumbuh kembanglah dengan gembira dan berani

Seperti do'a kemenangan yang sudah-sudah

Tapi janji, kalau ngantuk engga usah pakai nangis 🥰🤗😍


Salam hangat dari oom mu, Manusia paling keren setongkrongan Anggut.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Jumat, 13 September 2024

Friday I'm In Love

Termenung dengan lagunya The Cure yang Friday, aku ke masjid. Bukan, bukan itu, tapi Friday, I’m In Love, mari kita bahas sesuatu yang berhubungan dengan cinta. Iya, karena lagu itu maka secara tidak langsung beberapa orang di dunia ini, menganggap Jumat adalah hari untuk cinta, CINTA ya bukan bercinta hahaha

Oke, lanjut, kenapa Jum'at ya? Ada apa dengan Jum'at? Kenapa engga Kamis? Rabu? Atau Selasa? Mungkin karena Sabtu hari pemalakan oleh pacar(kalau punya), Minggu bokek dan kecapean, Senin hari menghadapi kenyataan pahit kehidupan kantor, Selasa, Rabu, Kamis itu nama-nama hari, maka Jum'at adalah hari yang pas untuk dibilang hari jatuh cinta, ya begitulah kira-kira filosofinya hehehe

Oke, itu tadi ngaco, jadi gini ceritanya tadi pagi muncul twit tentang LDR, twitnya kira-kira seperti ini "LDR 5 tahun, itu pacaran apa nyicil motor?". Aku pribadi tidak masalah dengan orang yang LDR, tapi LDR bertahan sampe 5 tahun itu WAW banget atau emejing banget untukku. Aku juga pernah LDRan, pernah merasakan rindu dari jauh. Menurutku LDR yang sehat itu hanya sampai 3 tahun, lebih dari itu kamu akan membuang waktumu. Maka kamu harus mencoba dengan yang lain, mungkin lebih baik, tapi bisa jadi lebih buruk, kalau kamu dapat yang lebih buruk, kamu minta balikan, itu juga kalau kamu engga malu.

LDR adalah model pacaran yang cocok untuk jaman sekarang, di mana ruang dan waktu tidak terasa lagi, jaman di mana kemungkinan bertemu orang baru setiap harinya begitu besar, kita tidak lagi hidup di jaman Ariel Peterpan, di mana kita bahagia setelah mendengar lagu "Mungkin nanti", tapi kita hidup di jaman emoticon kepala botak yang bisa mewakili rasa, baik itu seneng, sedih dan kecewa. Maksudku gini, jaman sekarang ini lebih baik kamu berkenalan dengan banyak orang, jalan, ngedate, ttman, atau apalah itu, dengan dengan beberapa orang sebelum menjadi hubungan kamu menjadi serius, karena penasaran kamu habis di masa muda, dan kalau akhirnya kamu tetap milih pasangan LDR kamu, setelah jalan dengan banyak orang, berati memang orang itu yang bener-bener pas sama kamu, iya kan? Iya-in aja deh biar cepet. Lebih baik kamu playboy atau playgirl di masa muda, daripada jadi om om genit dan tante girang di masa tua, karena itu enggak bagus men. 

Aku sendiri yang pernah mengalami kegagalan cinta (Kegagalan cinta… Dangdut banget men!), mencoba untuk lebih terbuka, sabar dan bisa mengontrol emosi. Karna ku tahu dalam sebuah hubungan itu saling mengerti sangat penting. Penting banget. 

Tapi untuk kamu-kamu yang sudah menyandang gelar jomblo tetap, jomblo ngenes dan  jomblo konsisten, dengan jumlah mantan gebetan lebih besar dari mantan pacar, dan sudah masuk kedalam zona aku-bukan-siapa-siapanya-kamu lebih sering dari jumlah bintang-bintang di angkasa, teori mencoba jalan dengan beberapa orang ini tidak disarankan untuk dilakukan, karena bisa jadi ketika kamu dapat pacar, lalu mencoba teori itu, dan berakhir dengan kaburnya sang pacar, kamu membutuhkan bertahun-tahun untuk dapat pacar lagi, jadi sebaiknya untuk para golongan di atas, kalau sudah dapat pacar, cepat-cepat diresmikan saja, dari pada naik level jadi jomblo legenda.

Nah jadi begitulah kira-kira cerita cinta kali ini. Udah ah, mau potong rambut dulu, siapa tau mirip Ariel Noah. Amiinn



Ditulis: Fanni Indra Pratama


Kamis, 29 Agustus 2024

Senja menghilang di jam 18.00 Wib

Setelah pulang kerja aku melihat langit sore, lama menatap langit, tampaknya sore ini pun tak lagi membawakan senja. Aku heran, kemana senja itu hilang? Bukankah dulu senja selalu datang?

Akupun melanjutkan perjalanan, berjalan di setapak yang selalu dilewati saat senja datang menemui. Aku mengingat moment dengan senja yang datang dengan senyuman, sesekali dia mendekap, hangat, dan ciuman itu. Manis, tak pernah terlupakan. Dihadapan lautan biru di depan pasir putih begitu muram, tak ada lampu jalan, hanya pohon yang daunnya mulai berguguran, berserakan.

Ada yang hilang dalam dirinya, sebuah bejana yang tempo hari senja bawakan, bejana yang membiru. "Marah setiap hari" begitu katanya, sambil tersenyum. Dan Ia kini kehausan.. Haus.. Bahkan ludahnya pun mengering..

Di hadapannya ada selembar kertas, dan pensil di tangan kanannya. "Kamu yakin akan mengatakan itu?" tanya dirinya yang lain. Dia diam. "Susah sekali mengerti perasaanmu" dia melanjutkan. "Aku tidak peduli” jawabnya. 

Dilipatkan surat itu menjadi pesawat kertas. Dia menatap langit sore dalam-dalam, Dia lemparkan pesawat itu kuat-kuat. Terbang… Pesawat itu terbang menjauh dari keramain. Dia tidak tahu apa surat itu akan dibaca oleh senja atau malah ditemukan oleh pekatnya malam.. Lalu dibuang…

Dia tetap berjalan, melewati dedaunan berserakan, dahan pohon yang mengering. Dan sore yang tak lagi membawa senja..


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Sabtu, 03 Agustus 2024

Di bawah langit tuhan bintangpun bermunculan

Sudah lupa sejak kapan aku menikmati waktu  menyendiri seperti ini. Lupa apa yang terjadi sehingga kesendirian ini menjadi candu untukku. Kesendirian emang membiarkan banyak tempat kosong tanpa emosi, tidak senang, tidak sedih, tidak pula marah, semua terasa hampa, dan itu candu

Di bawah langit Tuhan 03 Agustus 2024, aku merasakan lagi momen seperti ini. Sendirian dalam kesunyian.