Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Senin, 01 Januari 2024

Malam penuh bintang di kota Lebong

Di malam tahun baru
Ada kembang api
Ada bintang-bintang
Dalam diriku dan pikiranmu
Yang kusebut sedetik sebelum
Tahun berganti

Di satu momen itu, sayang
Aku coba hentikan waktu
Di sekat-sekat antara
Tangis dan tawa
Antara langit gelap dan bulan purnama
Antara masa lalu dan masa depannya

Di matamu juga
Ada pantulan cahaya
Di dahimu, di bibirmu
Ku cium pelan-pelan
Dan kuhentikan waktu

Selamat tahun baru, sayang
Semua orang memanggul tahun yang berat
Supaya tahun besok mereka lebih kuat
Berharap juga seperti mu
Kutuliskan puisi dari jauh 
Izinkan aku menciummu sekali lagi




Lebong, 01 Januari 2024

Ditulis: Fanni Indra Pratama 


Sabtu, 02 Desember 2023

Rindu diciptakan bukan oleh jarak, namun rasa

Kawanku,

Di Kota Lebong yang semuanya sudah serba teratur, di mana banyak kerjaan sudah klaar dan kita cuma perlu menunggu jam 6 sore untuk pulang. Sepanjang jalan pulang di bawah langit merah selalu menyisakan ruang bathin yang seringkali otomatis terisi dengan pertanyaan tentang hidup. 

Kenapa harus pindah di sini?

Bekerja?

Di sini?

Di kota yang jauh? 

Di tempat ini di mana rindu padamu sering menjadi-jadi tanpa obat dan kita perlu menunggu dua bulan sekali untuk ketemu dan itupun tak tuntas. Itu berat, dan itu yang aku rasakan sekarang. 

Aku menulis begini padamu pada malam yang dingin dan membayangkan Bengkulu dan rinduku pada Pantai Panjang yang sekarang sedang badai. 

Malam begitu tenang dan percayalah kalau kamu ada di sini bersamaku menikmati secangkir teh hangat paling sempurna ini, kamu bisa menangis, kamu akan flashback sama kenangan kita dan memelihara pertanyaan seperti memelihara ingatan adalah hal yang seringkali terjadi. 

Itulah kenapa aku suka menulis, supaya kamu tahu, kalau aku ada bahan bercerita, menciptakan kenangan yang lain lagi denganmu.



Ditulis: Fanni Indra Pratama

Minggu, 19 November 2023

Sehabis hujan di Kabupaten Lebong

Bapak dan ibu tidur di rumah jauh 

Semalaman aku mandang hujan dari jendela kecil

Dari mana datangnya rindu?

Dari waktu turun ke doa


Hujan deras yang tak kunjung henti

Kau akan membayangkan kenang-kenangan manis

Kenangan di luar

Berlarian, pasaran, petak umpat

Bahkan ngobrol dengan Tuhan lewat Gludug


Kau akan menghargai teh panas 

Kau menyeruput dengan pelan-pelan

Sepandai kau menyeruput kenangan

Seperti yang sudah-sudah 


Di balik jendela masih kau rindu kabar baik

Tapi kecemasan masih lekat di daun-daun pintu

Dan air yang terus netes dari ujung genteng

Oh Hujan, aku rindu 


Tak perlu dihiraukan

Musik dangdut dekat kosan mu

Sebab musik itu akan membawa kelucuan pada hal-hal kecil 

Tentunya 


"Sekecil rinduku yang besar padamu."


Surat dan kiriman kue bolu 

Itulah cinta dari bapak ibu

Buru-buru ku makan dan berlari

Ke luar 


Hujan pun redah

Jalanan pun basah

Oleh air mata 

Doa, dan keheningan sepanjang malam


Ditulis: Fanni Indra Pratama







Sabtu, 04 November 2023

Banyak hal-hal yang dirindukan seperti sore ini

Zeaaa oii Zeaaa

Sore ini om pertama kali melihatmu takjub pada tenggelamnya matahari yang memerah 

Burung-burung gereja mulai berterbangan seperti awan-awan yang mengiringi jalan pulang kita 

Tangan kecilmu mulai menggenggam di bawah langit Tuhan  

Kita berhenti dan menunggu matahari habis masanya 

Om certikan padamu gelap yang akan datang segera dan keyakinan esok terbitnya lagi 


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Sabtu, 14 Oktober 2023

Pesan singkat untuk Zea

Untuk ponakan om, Zea: 

Suatu hari om akan bagi satu sisi headset wireless yang nyambung ke platform musik di hp rongsok om dan kamu akan denger lagu Part Two dari No Use For A Name untuk pertama kali. Paman Tony Sly akan nyanyi dari surga dengan lantang namun mendayu baris perbaris di lagunya. Om pengen kamu denger satu baris paling penting di lagu itu, "protecting you is a paranoid excuse." Karena itu mungkin yang akan jadi alasan kenapa kadang kita selisih pendapat seiring kamu bertumbuh besar. 

Tapi tentang ONE OK ROCK mungkin masih jauh, belum saat ini. Sabar ya, tunggu kamu udah besar baru om kenalin band itu ke kamu. 

Sekarang habiskan dulu rotinya. 


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Selasa, 03 Oktober 2023

Stasiun Jakarta dan gerbong-gerbong rindunya

Tiap menjelang subuh

Jam 4 tepat

Kereta dan gerbong-gerbong rindunya

Siap menghantar kepergian siapapun ke Jakarta


Bagi yang miskin dan tidak mampu 

Kepergian sangat berarti lebih

Bukan sebab perpisahan yang terus menerus meminta air mata ini turun

Tapi sebab perjuangan selalu erat dengan pergi jauh dan keringat jagung


Seperti ibu kota, sayang

Jam empat menyimpan sepi yang dalam

Bagi sanak-sanak perantau dari luar kota sana

Mereka gamang menanti jam paling khusyuk sepanjang hari

Sebagian dari mereka

Berjuang juga bagi cinta dan jarak

Menyebrang jembatan rindu yang panjang

Sebagian juga

Menyiapkan satu dus oleh-oleh remah 

Bagi istri dan anak 

Demi bubur dan beras putih


Dengar-dengar Jakarta ialah kota

Bukan sulap bukan sihir

Suka mengubah keringat jadi emas

Suka mengubah harapan menjadi kenyataan

Keajaiban

Kota yang penuh dengan mimpi

Tempat jutaan manusia menggantungkan impian

Surga-Nya para pendatang


Mesti sesekali bersama mereka

Ke Jakarta dengan kereta

Melafal doa

Menaruh janji

Menggapai impian

Mendo'akan langit merah yang segera hilang 

Dan nasib yang tak lepas malang

Stasiun demi stasiun

Sampai bertemu lagi


Jakarta, 03 Oktober 2023

Ditulis: Fanni Indra Pratama





Minggu, 01 Oktober 2023

Usiamu makin bertambah hidupmu makin berat

Bajingan! 

Pastinya dong

Jancok!

Enggak salah


Buajingaaaan!!! 

Tentu dong. Apa lagi

ENGEEENTOOOD!!!!!! 

Oke. Ada lagi, Fan? 

*cry


Hidup ini seperti roller coaster, Fan. Kadang kita di atas, kadang di bawah. Tapi yang menjadi permasalahan sekarang bukan di atas atau di bawah, bagaimana kita menjalani hidup ini dengan penuh cinta dan keyakinan. Maka dengan itu nikmatilah. 

Dengan cium

Dengan waktu

Dengan jarak

Dengan kota yang jauh

Dengan kesungguhan

Hari ini adalah 1 Oktober 2023, tempat di mana kita mesti bertemu lagi dalam surat. Dan aku menyaksikanmu dari dekat, dan aku ingin membisik padamu dari dalam: Gimana rasanya di umur sekarang temen-temenmu sudah pada nikah semua tapi kamunya masih jomblo? 
Hahahahahahahahahahahaha

Fan, kamu perlu tahu apa arti makna hidup buatmu bersyukur untuk hari ini dan seterusnya. Hidup, betapapun tak lepas dari perjalanan, perjalanan yang kadang tak mengenakan, tapi harus kita nikmati. Menikmati tentu yang baik-baik. Sedangkan yang getir kita kecap sekali dan itu cepat berlalu. Idealnya begitu, tapi hidup kadang tak ideal. Tak ideal dari banyak sisi, dari banyak baju yang seringkali tak pas ukurannya. Masalah yang kita singkiri, sebagaimana kita berjalan, seringkali kita bawa sebagai beban. Kita selalu menuntut keadilan yang tak kunjung datang, sedang kita lelah pada rotan yang begitu panjang.

Dalam perjalanan hidup, kita sebenarnya tanpa teman. Teman boleh kita ibaratkan tongkat penyangga berat ataupun air dalam kemasan, kemasan apa saja. Dalam perjalanan hidup kita bertemu banyak sumber mata air, sebanyak kita mengurai air mata namun tak banyak kita nemu teman. Selebihnya hidup ialah antara diri kita dan jalan itu sendiri. Kadang kita mampir di kota-kota sepi tanpa penghuni yang penuh dengan kerlip lampu-lampu yang tak pernah mati. Sebagaimana di keramaian kita gemar merayakan kesepian dan kesunyian.

Itulah 28 tahun hidup yang kamu mesti pelajari. Bukan lagi buku-buku pengetahuan yang mesti kamu pajang di rak kamarmu yang berdebu itu, harapan dan kenyataan yang pelan-pelan datang, cinta siap saji, Jakarta yang gempita minggu dini hari sekaligus sepi pukul 24.00 di pergantian hari.

Di Anggut 28 tahun yang lalu. Di Kasih Ibu 28 tahun yang lalu. Dan untuk itu kamu mesti terus berikhtiar pada kebaikan. 

Bertahan itu berat, tapi kamu kuat. Ayo, Fan, semangat lagi, kerja keras lagi. Di dunia tidak adil ini yg bisa membantumu ya dirimu sendiri. 
Dirgahayu Fanni Indra Pratama, semoga segala hal-hal baik selalu hadir dan doa-doamu yang terlambat akan tetap sampai. 

Scripta manent! 






Ditulis: Manusia paling keren setongkrongan Anggut. 

Sabtu, 30 September 2023

Terima kasih ONE OK ROCK

Pada malam pergantian tahun 2019 ke 2020 aku pernah list mimpi-mimpi besar untuk jadi alasan bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Poin pertama yang masih teringat jelas adalah nonton konser ONE OK ROCK.

Mimpi pertama itu terwujud. ONE OK ROCK mengumumkan akan konser di Indonesia pada tanggal 30 Mei 2020. Tepat seminggu setelah lebaran idulfitri. Aku mendengarnya sangat excited banget. Dua minggu setelah pengumuman konser war tiket pun terjadi dan aku jadi manusia paling beruntung mendapatkan tiket konser ONE OK ROCK dengan perasaan campur aduk dan sulit diungkapkan. Mungkin ini jadi pertanda kalau mimpi selanjutnya bakal terwujud. Mungkin. 

Dan

BOOOOOMMMMMMMM

Pandemi datang tanpa diundang dan merusak semua agenda yang direncanakan sejak awal. Akhirnya konser ONE OK ROCK pada saat itu dibatalkan dan bakal di reschedule ntah sampai kapan. 

2021 dan 2022 belum ada pertanda bakal adanya konser ONE OK ROCK. Dua tahun menunggu tanpa ada jawaban. Teman-teman yang tiketnya belum di refund masih berharap ada secercah harapan yang tlah lama dirindukan. 

Di Januari tahun 2023 Aku sempat berpikir "mana mungkin ONE OK ROCK ke Indonesia dan itu engga akan terjadi di tahun ini." Dan akhirnya tepatnya di bulan Juni, ONE OK ROCK mengumumkan tour asia dan Indonesia termasuk dalam tour tsb. Ini semacam mimpi yang bakal jadi nyata. Ya, kali ini bakal nyata. 

Ternyata mimpi-mimpi yang terasa besar cuma ada dibenak kita, ya. Terkadang kita lupa kalau punya Tuhan yang maha besar dan siap merangkul mimpi-mimpi kita. 

Ohh ya sedikit cerita, dua bulan sebelum konser aku menemukan temen baru, namanya, Hana. Kita kenal di twitter. Banyak obrolan yang diomongin tentang ONE OK ROCK. Aku cukup seneng mengenalnya, dia orang yang baik dan enak diajak bercanda. Tiap malam kita selalu obrolin hal-hal random yang membuat kita ketawa satu sama lain. Sekali-kali kita tukaran puisi, ya, dia suka menulis. Puncaknya pas hari ini kita bertemu. Canggung? Ya, jelas. Ini  pertama kalinya pertemuan kita. Tapi rasa canggung ini hanya sebentar dan berlalu begitu saja. 

Ada yang bilang pertemuan adalah setengah dari perpisahan. Ya, itu benar adanya. Setelah pertemuan di konser ini kami harus berpisah. Sedih, baru saja bertemu kini harus terpisah dalam lamanya waktu. Rencananya aku mau ajak dia keliling Kota Jakarta. Karena ada satu dan lain hal jadi rencana itu belum  terealisasikan. Aku tidak tahu untuk kedepannya masih bisa bertemu dia lagi atau engga. Tapi, dengan adanya konser ini aku jadi paham artinya rindu dan berharganya pertemuan. 

***

Kutaklagi bisa sembunyi perasaan sedih di balik selimut dan lagu-lagu melownya ONE OK ROCK yang kusetel keras-keras di kamar. Kuputuskan untuk menulis, sebab dari menulislah segalanya jelas sekaligus terjaga samar.

Terima kasih ONE OK ROCK untuk konsernya yang begitu menakjubkan dan terima kasih juga tlah mempertemukan aku dan dia. Saat ini hanya ada satu kata, rindu, ya rindu dengan semua itu. 

Sampai bertemu lagi, Hana



Jakarta, 30 September 2023


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Jumat, 29 September 2023

Bertemu denganmu

Aku menulis ini saat sedang menunggu pesawat menuju Jakarta yang indah itu, Hana

Yang tidak akan mudah ku bayangkan

Pertemuan singkat itu akan segera tiba

Kangen yang sudah beberapa lama dipendam
akan tersampaikan

Dan kamu tahu, Hana

Jarak sering kejam ketimbang penantiannya

Kamu akan penuh dengan rutin-rutin kantor dan bau apak yang mengempal di jam 7 

Grab, gojek, angkot dan kendaraan lainnya melewati pagi dan malam dengan kangen yang aduduh

Aku akan berusaha mengabarkan padamu lewat tulisan

Lewat rindu-rindu panjang

Dan setiap saat kupikir kepada hari depan yang manis

Aku akan terlalu rindu dan melupakan lelahnya cemas sepanjang jam

Dan

Cinta selalu mengenai lubuk mereka yang percaya, Hana

Lewat kangen dan sebel-sebel curam

Memberikan padamu malamnya indah Jakarta di antara mimpi-mimpi kita yang besar

Sebentar lagi bertemu

Aku akan menceritakan hal seru yang bisa buatmu ketawa

Hehehe, tahu engga sih.. 
Gemes 🤗

Lion Air JT-639
BKS-CGK

Ditulis: Fanni Indra Pratama



Minggu, 17 September 2023

Laut dan kita

1.

Itu yang terakhir

Karena kini, layar dan perahunya sudah hancur

Tak mampu lagi pelaut itu memperbaikinya

Dan tak ada niat sama sekali


Biarlah sudah begitu adanya

Hanya diam berdiri di tepi dermaga

Menikmati deburan ombak dan semilir angin

Tanpa merisaukan perahunya, pun angan


Tak ada kesia-siaan di sana

Saat dia mencoba merajut kembali layarnya

Saat dia mencoba melebarkan layar perahunya

Dan saat dia mencoba menarik kembali jangkarnya


Mungkin dia ingin berhenti di sana

Atau memang harus terpaksa berhenti?

Karena badai yg datang tiba-tiba

Menghancurkan semuanya, dan dia sendiri


Hanya tersisa serpihan

Yg dia pun tak sanggup untuk melihatnya

Sesak memenuhi dadanya

Seakan untuk bernapas pun penuh upaya


Ketika malam datang

Kadang terpikirnya kenapa ombak tidak membawanya juga?

Membawanya ke tengah laut sana

Pada rembulan, melalui mangata


Kadang juga terpikirnya,

Kenapa laut tidak membawanya ke dasar sana?

Membawanya bersama serpihan perahunya

Dengan dirinya yg tersisa


Menenggelamkannya sampai dasar

Hingga air memenuhi dadanya yang sesak

Hingga air menutupi matanya yang layu

Dan hingga air memeluknya dengan sangat erat


Setidaknya dia takkan pernah merasa sendiri

Karena laut takkan melepaskannya

Setidaknya dia takkan merasakan apapun

Karena laut telah mengambil semuanya


Dia, mati


2.

Seharusnya sore ini kita ke pantai

Melihat sunset indah di bulan September

Dan meletakkan segala yang mesti kita rebahkan, supaya tak banyak percakapan nirmakna yang panas dan pedih 

Tapi, oh, kita mestinya saling menggenggam saja

Memandangi laut dan melihat matahari tenggelam

Supaya angin membuat kita lupa

Bahwa selalu ada yang tak setuju di antara apa yang kita bicarakan 

Supaya pantai makin dingin dan tangan kita bergenggaman erat


Dibawah langit senja malampun sudah mengintai

Matahari sudah tertidur 

Sedangkan kita masih selalu membayangkan

Hana, Hana, Hana

Apa yang kamu risaukan? 

Ceritalah

Ceritalah

Aku ingin menyelami jiwamu yang lebih luas

Ingin tahu apa yang kamu ingin dan mau

Kuketuk pintu hatimu dengan rasa khawatir

Tak perlu kamu buka pintunya.

Biarkan hatimu yang berbicara


Kurasa begitu sudah cukup


Ditulis: Hana dan Fanni 





Selasa, 05 September 2023

Kehilangan selalu datang tiba-tiba

Bolehlah kalau kamu izinkan, kukeluarkan
Segenap kesedihan yang panjang
Di antara kepergianmu dan kehilangan yang
Pelan-pelan kusaksikan dari kejauhan

Dalam sebuah cerita
Akan kumasukkan kamu sebagai
Tokoh yang sabar, jujur, dan penyayang
Tapi tak pernah tahan menghadapi
Muka-muka muram

Meloncatlah kamu dari ketinggian
Putri malu dengan rumput-rumput gajah
Seperti yang ditanam ibu di depan rumah
Supaya bisa kutangkap kaki-kakimu
Dari tempat kamu memulai lompatan

Supaya pula kubisikkan,
"Maaf, aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu. Terima kasih, sudah jadi tema besar dari cerita panjang yang pernah kita buat."

Begitulah, ay, begitulah
Kini sama kita tahu
Kehilangan dan perpisahan
Selalu datang tiba-tiba


Ditulis: Fanni Indra Pratama