Minggu, 01 Oktober 2023
Usiamu makin bertambah hidupmu makin berat
Sabtu, 30 September 2023
Terima kasih ONE OK ROCK
Pada malam pergantian tahun 2019 ke 2020 aku pernah list mimpi-mimpi besar untuk jadi alasan bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Poin pertama yang masih teringat jelas adalah nonton konser ONE OK ROCK.
Mimpi pertama itu terwujud. ONE OK ROCK mengumumkan akan konser di Indonesia pada tanggal 30 Mei 2020. Tepat seminggu setelah lebaran idulfitri. Aku mendengarnya sangat excited banget. Dua minggu setelah pengumuman konser war tiket pun terjadi dan aku jadi manusia paling beruntung mendapatkan tiket konser ONE OK ROCK dengan perasaan campur aduk dan sulit diungkapkan. Mungkin ini jadi pertanda kalau mimpi selanjutnya bakal terwujud. Mungkin.
Dan
BOOOOOMMMMMMMM
Pandemi datang tanpa diundang dan merusak semua agenda yang direncanakan sejak awal. Akhirnya konser ONE OK ROCK pada saat itu dibatalkan dan bakal di reschedule ntah sampai kapan.
2021 dan 2022 belum ada pertanda bakal adanya konser ONE OK ROCK. Dua tahun menunggu tanpa ada jawaban. Teman-teman yang tiketnya belum di refund masih berharap ada secercah harapan yang tlah lama dirindukan.
Di Januari tahun 2023 Aku sempat berpikir "mana mungkin ONE OK ROCK ke Indonesia dan itu engga akan terjadi di tahun ini." Dan akhirnya tepatnya di bulan Juni, ONE OK ROCK mengumumkan tour asia dan Indonesia termasuk dalam tour tsb. Ini semacam mimpi yang bakal jadi nyata. Ya, kali ini bakal nyata.
Ternyata mimpi-mimpi yang terasa besar cuma ada dibenak kita, ya. Terkadang kita lupa kalau punya Tuhan yang maha besar dan siap merangkul mimpi-mimpi kita.
Ohh ya sedikit cerita, dua bulan sebelum konser aku menemukan temen baru, namanya, Hana. Kita kenal di twitter. Banyak obrolan yang diomongin tentang ONE OK ROCK. Aku cukup seneng mengenalnya, dia orang yang baik dan enak diajak bercanda. Tiap malam kita selalu obrolin hal-hal random yang membuat kita ketawa satu sama lain. Sekali-kali kita tukaran puisi, ya, dia suka menulis. Puncaknya pas hari ini kita bertemu. Canggung? Ya, jelas. Ini pertama kalinya pertemuan kita. Tapi rasa canggung ini hanya sebentar dan berlalu begitu saja.
Ada yang bilang pertemuan adalah setengah dari perpisahan. Ya, itu benar adanya. Setelah pertemuan di konser ini kami harus berpisah. Sedih, baru saja bertemu kini harus terpisah dalam lamanya waktu. Rencananya aku mau ajak dia keliling Kota Jakarta. Karena ada satu dan lain hal jadi rencana itu belum terealisasikan. Aku tidak tahu untuk kedepannya masih bisa bertemu dia lagi atau engga. Tapi, dengan adanya konser ini aku jadi paham artinya rindu dan berharganya pertemuan.
***
Kutaklagi bisa sembunyi perasaan sedih di balik selimut dan lagu-lagu melownya ONE OK ROCK yang kusetel keras-keras di kamar. Kuputuskan untuk menulis, sebab dari menulislah segalanya jelas sekaligus terjaga samar.
Terima kasih ONE OK ROCK untuk konsernya yang begitu menakjubkan dan terima kasih juga tlah mempertemukan aku dan dia. Saat ini hanya ada satu kata, rindu, ya rindu dengan semua itu.
Sampai bertemu lagi, Hana
Jumat, 29 September 2023
Bertemu denganmu
Aku menulis ini saat sedang menunggu pesawat menuju Jakarta yang indah itu, Hana
Yang tidak akan mudah ku bayangkan
Pertemuan singkat itu akan segera tiba
Kangen yang sudah beberapa lama dipendam
akan tersampaikan
Dan kamu tahu, Hana
Jarak sering kejam ketimbang penantiannya
Kamu akan penuh dengan rutin-rutin kantor dan bau apak yang mengempal di jam 7
Grab, gojek, angkot dan kendaraan lainnya melewati pagi dan malam dengan kangen yang aduduh
Aku akan berusaha mengabarkan padamu lewat tulisan
Lewat rindu-rindu panjang
Dan setiap saat kupikir kepada hari depan yang manis
Aku akan terlalu rindu dan melupakan lelahnya cemas sepanjang jam
Dan
Cinta selalu mengenai lubuk mereka yang percaya, Hana
Lewat kangen dan sebel-sebel curam
Memberikan padamu malamnya indah Jakarta di antara mimpi-mimpi kita yang besar
Sebentar lagi bertemu
Aku akan menceritakan hal seru yang bisa buatmu ketawa
Hehehe, tahu engga sih..
Gemes 🤗
Lion Air JT-639
BKS-CGK
Ditulis: Fanni Indra Pratama
Minggu, 17 September 2023
Laut dan kita
1.
Itu yang terakhir
Karena kini, layar dan perahunya sudah hancur
Tak mampu lagi pelaut itu memperbaikinya
Dan tak ada niat sama sekali
Biarlah sudah begitu adanya
Hanya diam berdiri di tepi dermaga
Menikmati deburan ombak dan semilir angin
Tanpa merisaukan perahunya, pun angan
Tak ada kesia-siaan di sana
Saat dia mencoba merajut kembali layarnya
Saat dia mencoba melebarkan layar perahunya
Dan saat dia mencoba menarik kembali jangkarnya
Mungkin dia ingin berhenti di sana
Atau memang harus terpaksa berhenti?
Karena badai yg datang tiba-tiba
Menghancurkan semuanya, dan dia sendiri
Hanya tersisa serpihan
Yg dia pun tak sanggup untuk melihatnya
Sesak memenuhi dadanya
Seakan untuk bernapas pun penuh upaya
Ketika malam datang
Kadang terpikirnya kenapa ombak tidak membawanya juga?
Membawanya ke tengah laut sana
Pada rembulan, melalui mangata
Kadang juga terpikirnya,
Kenapa laut tidak membawanya ke dasar sana?
Membawanya bersama serpihan perahunya
Dengan dirinya yg tersisa
Menenggelamkannya sampai dasar
Hingga air memenuhi dadanya yang sesak
Hingga air menutupi matanya yang layu
Dan hingga air memeluknya dengan sangat erat
Setidaknya dia takkan pernah merasa sendiri
Karena laut takkan melepaskannya
Setidaknya dia takkan merasakan apapun
Karena laut telah mengambil semuanya
Dia, mati
2.
Seharusnya sore ini kita ke pantai
Melihat sunset indah di bulan September
Dan meletakkan segala yang mesti kita rebahkan, supaya tak banyak percakapan nirmakna yang panas dan pedih
Tapi, oh, kita mestinya saling menggenggam saja
Memandangi laut dan melihat matahari tenggelam
Supaya angin membuat kita lupa
Bahwa selalu ada yang tak setuju di antara apa yang kita bicarakan
Supaya pantai makin dingin dan tangan kita bergenggaman erat
Dibawah langit senja malampun sudah mengintai
Matahari sudah tertidur
Sedangkan kita masih selalu membayangkan
Hana, Hana, Hana
Apa yang kamu risaukan?
Ceritalah
Ceritalah
Aku ingin menyelami jiwamu yang lebih luas
Ingin tahu apa yang kamu ingin dan mau
Kuketuk pintu hatimu dengan rasa khawatir
Tak perlu kamu buka pintunya.
Biarkan hatimu yang berbicara
Kurasa begitu sudah cukup
Ditulis: Hana dan Fanni
Selasa, 05 September 2023
Kehilangan selalu datang tiba-tiba
Bolehlah kalau kamu izinkan, kukeluarkan
Segenap kesedihan yang panjang
Di antara kepergianmu dan kehilangan yang
Pelan-pelan kusaksikan dari kejauhan
Dalam sebuah cerita
Akan kumasukkan kamu sebagai
Tokoh yang sabar, jujur, dan penyayang
Tapi tak pernah tahan menghadapi
Muka-muka muram
Meloncatlah kamu dari ketinggian
Putri malu dengan rumput-rumput gajah
Seperti yang ditanam ibu di depan rumah
Supaya bisa kutangkap kaki-kakimu
Dari tempat kamu memulai lompatan
Supaya pula kubisikkan,
"Maaf, aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu. Terima kasih, sudah jadi tema besar dari cerita panjang yang pernah kita buat."
Begitulah, ay, begitulah
Kini sama kita tahu
Kehilangan dan perpisahan
Selalu datang tiba-tiba
Ditulis: Fanni Indra Pratama
Senin, 28 Agustus 2023
Fields of Anfield Road
Hari masih terlampau pagi untuk aku yang seharusnya masih terlelap di harinya Liverpool. Nanti malam adalah pertandingan yang ditunggu-tunggu setelah sekian lamanya. Dan Liverpool sudah dirindukan sejatinya sepakbola di rumah sendiri. Beberapa hari sebelum ini, pesan-pesan kerinduan tentang pertandingan sudah kebak di lini masa. Sungguh, teman, hari libur sepakbola sama seperti anak SMA menunggu hasil ujian nasional.
Menonton Liverpool malam ini adalah seperti datang menonton sepakbola dengan pengalaman baru yang bisa dikabarkan ke sanak keluarga tidak dengan malu-malu, dan ini berita paling bagus dari sekian tahun ini. Dari layar pc,smartphone dan tv ada keasyikan yang beda dengan cara mendukung tim kebanggaan. Dengan chants dari rumah kerumah itu yang membuat kita sebagai Liverpool fans selalu semangat untuk mendukung tim kebanggaan. Dan dari situlah kita tahu bahwa mereka yang bermain di lapangan juga sedang dikobar semangatnya.
Anfield, Anfield, Anfield kamu tampak megah di lihat dari sudut mata yang merah ini, aku begitu mengagumimu dalam banyak hal. Kamu adalah perwujudan animisme dan dinamisme sekaligus. Anfield menghadirkan roh-roh kejayaan Liverpool. Segala terekam di Anfield seperti air terjun yang deras arusnya. Ia bisa saja menyegarkan, bisa saja menggelamkan. Anfield selalu menjadi bagian dari bagiamana fans Liverpool mengukir langkahnya.
Selayaknya pertunjukan komedi, Anfield seperti ada di ruang gelap dengan sorot lampu. Ia meraba hendak kemana sementara audiens menertawakan kebingungannya. Ia selalu begitu. Untung saja selalu ada para pendukung yang mendekor petunjukkan dengan apik, mempersiapkan mikrofon terbaik, dengan sorot lampu termegah. Selayaknya pula pertunjukan komedi, sekeras apapun tawa para penonton akan berakhir dengan riuh tepuk tangan karna pertunjukan berhasil. Seperti itulah Anfield
You'll Never Walk Alone!
Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama
Kamis, 17 Agustus 2023
Tempat terbaik untuk bertemu
Sejatinya warung kopi atau lebih disingkat warkop tersedia untuk mereka yang haus dan lapar. Obrolan dibutuhkan untuk mengisi keringnya dahaga alih-alih es teh dapat memainkan perannya untuk memenuhi semua itu. Mie rebus dan mie goreng selalu menyapa dengan riang, bakwan dan tahu goreng pun serupa, mengisi setiap kesepian diseluruh resah umat manusia. Secara luas manusia di bumi, dan secara sempit manusia-manusia yang selalu datang di warkop pinggir gang dekat rumah Bung Karno.
Setiap tempat pasti akan meninggalkan suatu bekas yang akhirnya menjadi sesuatu yang asik untuk diceritakan. Maka kali ini aku akan certikan sesuatu yang memiliki pengaruh besar bagi anak-anak muda kelurahan Anggut. Sebuah tempat yang selalu memberikan ide dan gagasan untuk anak-anak muda, serta memikirkan "apo yo enak gawe malam ko?" atau "kemano toboko malam ko idak ngumpul siko?" Tempat itu adalah tempat yang dari dulu menjadi tempat terbaik untuk bertemu bagi masyarakat muda Anggut. Dan tempat ini juga menjadi icon nongkrong buat anak-anak Anggut untuk sekedar melegakan penat setelah aktivitas kerja, kuliah dan sekolah yang menurut beberapa dari kami menjadi sebuah rutinitas yang membosankan. Segala keluh kesah, guyonan jenaka serta pembahasan politik menjadi hal menarik ditempat ini. Tempat ini bernama warkop Kang Iwan.
Kang Iwan yang sudah aku anggap sebagai bapaknya anak-anak muda anggut, bapaknya Anggut Boys kalau aku dan teman-teman bilang. Walaupun Kang Iwan bukan asli Anggut, namun Kang Iwan dengan senang hati mendengarkan keluh kesah kami dan memberikan kami solusi atas apa yang kami lakukan, dari masalah curhat pribadi maupun tentang asmara. Tidak hanya itu, Kang Iwan juga sering memberikan motivasi pada kami agar tetap memikirkan masa depan. Di tempat ini pula di kala tanggal tua dan dompet menipis, Kang Iwan tak segan segan memberi hutangan agar perut kami tidak melilit. Bahkan ketika ada sisa menjelang tutup pun kami sering diberikan cuma-cuma untuk menghabiskan dagangannya.
Warkop Kang Iwan 2018Bagai durian yang tidak lepas dari makanan khas Bengkulu "lempuk", aku dan teman-teman pun juga sulit lepas dari tempat ini. Tapi siapa sangka sejak awal pandemi tiga tahun lalu warkop Kang Iwan tutup, dikarenakan 3 bulan terakhir pemasukan warkopnya sangat menurun. Aaarrrghhhhh dengar kabar buruk itu rasanya kesal sekali. Kami sebagai penunggu wakop itu sangat sedih mendengarnya. Terbesit juga dipikiran kami ingin membantu, tapi perasaan kami mengatakan bantuan ini pasti di tolak, karena kami tahu betul sifat Kang Iwan yang selalu menolak bantuan.
***
Hmmm beberapa saat tanganku berhenti sejenak di atas keyboard pc sambil memejamkan mata, dan membayangkan betapa indahnya kenangan yang ada di warkop itu. Rasanya ingin sekali memutar waktu ke masa-masa indah itu. Sebagian waktu tersita di sini dan aku pun sangat beruntung hadirnya warkop ini. Warkop ini jadi tempat ternyaman untuk betegur sapa, menanyakan kabar dan selalu menjadi tempat terbaik untuk bertemu.
Aku membuka mata setelah beberapa saat terpejam, masih di siang hari bersama pisang goreng dan es kopi, ada kenyataan yang masuk di dalam pikiran aku; Warkop Kang Iwan bukanlah warkop besar, bukanlah warkop yang ada wifi nya. Warkop kang Iwan adalah rumah. Ia adalah tempatnya pulang. Kadang aku setiap pulang kerja selalu mampir di sini. Hanya demi pertemuan dengan kawan dan saudara, berkumpul dan menyanyikan lagu kesukaan kami, dan kita. Inilah warkop Kang Iwan yang menetap dalam pikiran aku, sebuah warkop bagi segala musim. Baik yang kemarau atau penghujan, yang mana saja asal kami bisa kembali berkumpul.
Beserta tulisan ini, aku hanya bisa berharap beliau baik-baik saja di sana. Oh keadaan lekaslah membaik, izinkan kami berjumpa kembali sesegera mungkin.
Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama
Kamis, 27 Juli 2023
Menolak untuk mengagumimu dalam diam
Jordan Brian Henderson atau lebih dikenal Hendo, ia adalah nama yang kerap luput dari lidah orang ketika membicarakan tentang Liverpool. Tak salah juga, memang ia tak terlalu begitu di perhitungkan di kalangan pemain liverpool lainnya.
Mudah untuk mengingat gol yang tercipta dan cerita heroik bagaimana pertahanan lawan dengan mudahnya ditembus. Namun susah untuk mengingat tekel krusial dan intersep yang membuat jala gawang tetap diam.
Buatku ia bukan gelandang biasa, ia mempunyai jiwa leadership yang bagus, spirit fighting yang bagus dan juga motivasi di lapangan dalam memimpin rekan-rekanya.
Ia konstan dalam setiap tonggak perjalanan Liverpool. Ia ada ketika di bawah maupun di atas, ia tetap ada meskipun dari tahun ke tahun satu per satu temannya pergi, entah karena tergoda akan kemewahan yang ditawarkan club lain atau karena kualitas yang mulai tak sejalan.
Baginya, komplimen senyap dan kesederhanaan di club ini sudah cukup. Mengabaikan setiap penghargaan yang sepadan dengan talentanya.
Jendral lapangan tengah Liverpool itu pernah mendapatkan rekor melakukan 172 sentuhan terhadap bola dalam satu pertandingan. Menurut Goal.com jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dari seorang pemain di enam kompetensi elit Eropa.
Tak cuma itu yang jadi catatan apik Henderson. Gelandang Timnas Inggris tersebut melakukan 165 operan dalam satu pertandingan, di mana 151 berhasil tepat sasaran. Itu artinya 91 persen sukses.
Walaupun lini tengah banyak dihuni pemain muda top Eropa dan membuat posisinya rapuh, ia tetap teguh pada titiknya. Hanya intervensi yang mampu menyingkirkannya. Ia tak perlu menunjuk angka statistik maupun mulut orang jabatan untuk membelanya.
Ia percaya akan persepsi objektif tentang dirinya selama di Liverpool. Beban di pundaknya setiap kali menuntun rekannya keluar dari lorong stadion pun tak ia rasakan. Ia terima setiap mata penuh kegusaran yang menyaksikan.
Baginya kegelisahan suporter miliknya juga. Kegelisahan suporter ia pilih bayar dengan kinerjanya. Liverpool telah menjadi bagian dari dirinya. Ia pantas mendapatkan lebih dari yang selama ini ditawarkan.
Untuk setiap ide lawan yang berubah ketika bola berada di area tengah lapangan pertahanan Liverpool, ia selalu siap menjaga lini tengah dengan gagah berani, kali ini aku menolak untuk mengagumimu dalam diam.
Terima kasih atas segalanya buat Liverpool. Perjalanan panjang 12 tahun yang tak pernah dilupakan. Aku akan ingat selalu kisah- kisah yang pernah kamu ciptakan di Anfield. Sekali lagi, Terima kasih.
Hari ini kucukupkan tulisan untukmu, esok kutuliskan lagi ntah itu tulisan sedih, senang atau rindu, yang pasti menyebut namamu dalam pujian adalah hutang yang perlu dibayarkan kepada kebajikannya. Jordan Henderson!
Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama
Selasa, 18 Juli 2023
Aku khawatir
Hujan yang tak kunjung henti membuatku untuk menetap di sini. Ayam subuh mulai berkokok di seputaran depan warkop. Berhubung adzan subuh sudah berkumandang, sontak aku diajak kawanku untuk menjalankan dua rakaat yang mustajab.
Shalat subuh pun dilakukan dengan khusyu. Ini dikerjakan setelah melalui tahap basuh badan dengan perlahan dan menenangkan hati dan pikiran. Setelah mengerjakan ibadah yang penuh nikmat aku sebagai hambanya memanjatkan do'a-do'a yang paling baik agar sampai ke arasy.
Salah satu doaku adalah "ya Allah semoga engkau selalu dekatkan aku dengan orang-orang yang terkasih dan tersayang sebagaimana engkau mengasihi ku sebagai hamba dan semoga engkau juga terus memberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah kepadanya perempuan yang telah membuat hari-hari ku selalu tersenyum di penghujung malam seperti pantulan cahaya siang dan malam yang menuju kepadanya, aku hanya hamba yang maha pecinta dan peminta kepadamu ya Allah."
Beres-beres sajadah dan peci yang ku pinjam di musholla belakang warkop favorit tempat biasa bercengkrama, lalu kawanku bertanya "siapa perempuan yang akhirnya membuat hariku tersenyum kembali dan tidak murung seperti setiap hari menjalani hari yang jengkel?"
Aku hanya menjawab "ia adalah perempuan yang tahu dan paham keadaan baik dan buruk ku."
Lalu kemarin tlah lewat dan hari ini subuh itu terulang, aku sholat sendiri dengan perasaan yang tak menentu.
Tiap bait lafadz Allah tersengguk-sengguk kuucapkan aku hanya menahan tangis dan isak tentang apa yang kudapati pemberitahuan mengejutkan di antara hujan dan baris kolom chatting yang terlihat. Ritual pun sudah selesai dan tangan ini mengadu kepadanya.
"Ya Allah ya rabb" Jika apa yang kuyakini itu bersebrangan dengan apa yang menjadi ketetapanmu, aku hanya meminta agar akhiri kisah cintaku ini kepada hambamu, kaum hawa yang membuatku sakit badan, sakit hati.
Hanya padamu hati ini berserah dan segala upaya yang kuusahakan hanya kau yang maha memberi, penyayang, dan pengasih, itu pula tentang cinta dan sayang kepada umat mu.
Ibadah selesai dan hujan subuh semakin deras. Aku keluar perlahan dari musholla yang sepi dan nyaman. Ku pegang payung dengan sangat keras agar hujan tak mengenai badan. Lalu aku teringat antaraku kamu dan rabb hanyalah seumpama agar manusia tidak pernah berburuk sangka kepada cara kerja cintamu untuk sang hamba.
Aku meliputi rasa tak karuan disetiap jalan subuh yang masih membiru ini. Aku tidak tahu bagian mana perasaan ini tak enak dan sejak kapan aku tahu bahwa ku menyayangimu.
Ditulis: Fanni Indra Pratama
Sabtu, 24 Juni 2023
Rinduku dari sini
Tentu, ada jarak
yang tak mungkin ditempuh
jarak yang begitu jauh
bersebrangan pulau
Musim hujan telah datang
di antara
kesepian
kerinduan
dan keresahan
Kota-kota itu seperti
hendak memakanmu
tapi pasti kamu lebih gampang
jumpa sambal rawit dan nasi
yang sering kamu makan
dan lalap kemangi dan lauk lengkap
Pada rindu-rindu kecil
kita menyimpan
belasan kenangan
dan surat balasan
dalam kantung baju
kita yang mungil
biar kekal di situ
Malam akan lewat
macam-macam hal pun begitu
senyummu dari kejauhan
sangat gemilang
seperti kotamu
atas nama semua itu
kita bersyukur
pertemuan akan segera tiba
Salam.
Di Bengkulu, musim hujan datang terlalu dini
Rinduku dari sini.
Sabtu, 17 Juni 2023
Mungkin Hidup Hanya Butuh Sabar
Ada masa di mana abang joy ini dagangannya sepi, sepi karena pandemi. Aku beberapa kali mampir di pertengahan pandemi, dan biasanya cuma aku yang beli, mungkin ada beberapa orang lain, tapi di lain waktu, ya mungkin.
Kira-kira 2 tahun berselang sejak itu, pandemi mulai mereda, semua orang disuruh vaksin, vaksin mulai bekerja, dan orang-orang mulai ada. Parkiran si abang Joy mulai penuh, waktu tunggu mulai menjadi lama, bahkan sudah ada tukang parkirnya.
Mungkin hidup emang cuma butuh sabar, ya ketika susah sabar aja gitu, nanti juga ada jalannya. Mungkin kalau si bang Joy engga sabar dan menyerah, parkiran ini engga akan sepenuh sekarang, eh bisa jadi tetap penuh, tapi bukan untuk beli martabak.






