Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Jumat, 18 Maret 2022

Ingatlah hari ini

Aku dua bersaudara, aku anak pertama, adikku perempuan. Umurnya cuma beda 2 tahun tapi dia lebih muda, jadi bisa dibilang kami tumbuh bersama. 

Walaupun bersaudara kami mempunyai sifat yang berbeda, aku lebih "engga mau tahu urusan orang" Nah kalo dia lebih ke kepo hahaha. 

Waktu kecil kami sering banget bertengkar, terkadang ibu kewalahan memisahkan pertengkaran kami, aku yang sebagai kakak tidak mau mengalah dan adikku yang keras kepala yang selalu ingin menang, tapi ketika beranjak dewasa kami mulai mengobrol dengan akur, dan kalau denger cerita-ceritanya aku bisa ketawa-tawa hahaha lucu dan aneh. Saking anehnya aku rasa otak dia terbuat dari neuron dan gelasan layangan.

Sebentar lagi dia menjadi ibu, lagi mengandung 2 bulan. Dia berharap anaknya cowok, aku sebagai kakak selalu mendoakan yang terbaik buat dia. Aku tidak bisa membayangkan yang dulunya ke sekolah selalu pergi dan pulang bareng sekarang dia sudah mau jadi ibu. Aku tahu ini tugas berat buat dia, terkadang dia merasa lelah, aku berharap dia bisa melawati itu dengan baik. Dia keren sih untuk semua itu. 

Dirgahayu yo Bella Indah PS semoga selalu menjadi pribadi yang baik dan menjadi ibu yang baik juga buat anak-anakmu nanti.


Kakakmu
Dang Fanni Indra P

Kamis, 17 Maret 2022

Bengkulu umurmu bertambah lagi

Hari ini adalah hari ulang tahun Kota Bengkulu yang ke 303 tahun. Dan tentu saja ada banyak kegiatan yang diadakan oleh pemerintah setempat untuk memeriahkannya. Mulai dari pawai budaya hingga pesta rakyat. Aku selalu menyukai suasana bengkulu pada saat ada momen spesial seperti ini. 

Ini kesekian kalinya aku menulis tentang kota kelaharianku, kota sejuta cerita, kota yang penuh kebahagiaan. Tidak peduli orang berkata apa, tidak peduli orang melarang seperti apa, tidak peduli usaha apa untuk membenci kota ini, yang jelas saat ini aku hanya ingin berdoa, berharap semoga kota ini menjadi tempat untuk kembali pulang bagi yang merindukan.

Media sosial cukup ramai hari ini dengan ucapan selamat atas hari jadi Kota Bengkulu yang ke 303 tahun. Kota yang tak bisa dibilang muda, namun semangat masyarakat di dalamnya seperti tak mengubris angka yang tersemat pada usia kota ini. Dan hari ini ingin aku sampaikan rasa terima kasih mendalam terhadap kota ini, terhadap orang-orang di dalamnya, juga terhadap kebersamaan yang sudah menyatukan banyak hal. 

Kota ini mempertemukan aku dengan kawan-kawan baik, mendekatkan dengan perempuan yang aku cintai, dan memberikan pembelajaran yang sulit untuk dinilai. Ya, setiap kita pernah merasa kecewa, merasa gagal, mencoba kembali ceria, bangkit lagi, semangat lagi,  seterusnya sampai kita berproses.

Kamu tahu engga sih? Terkadang cuaca di Bengkulu itu terasa unik, dia bisa hujan di siang hari, lalu cerah di sore harinya, menghadirkan senja yang indah sepanjang matahari terbenam. Cuaca seperti ini jarang terjadi di kota-kota besar. Setelah menetap dari lahir sampai sekarang, rasanya pandanganku di kota ini mulai berubah. Jika diperhatikan lebih dalam, kota ini butuh kritikan. 

Ntah sampai kapan aku menetap di sini, tapi rasanya bengkulu masih cukup nyaman untuk ditinggali, terlepas dari hal-hal aneh yang ada di kota ini. 

Dirgahayu Kota Bengkulu, di umurmu yang 303 tahun ini tetaplah menjadi nyaman bagi mereka yang menetap, tempat yang indah bagi mereka yang datang, dan selalu menjadi tempat yang penuh rindu bagi mereka yang sudah berlalu.

Dirgahayu!
Ditulis oleh: Fanni indra pratama

Selasa, 08 Maret 2022

Rindu yang tak pernah membutuhkan pertanyaan

Untukmu Rahmi, bila dirimu merasa tidak mau membaca surat dariku, tak mengapa, biarkan ini menjadi surat kosong yang mentah begitu saja. Biarlah ini jadi surat yang kubuat dalam hening bersama musim kemarau yang daun-daunnya sedang berguguran. 

Kamu tentu tahu kenapa aku menyukai ONE OK ROCK. Benar, karena seperti sering kubilang, OOR selalu menyanyikan lagu- lagu sedih yang bikin rindu. Aku tak pernah memilih rindu, tak pernah memilih kenangan mana yang harus menyeruak dan tiba-tiba masuk dalam satu lesatan panjang pikiranku.

Rah, mengagumimu dalam sunyi adalah pilihan yang ringan dan mudah. Kamu perlu tahu ini.
Aku selalu mencintai dengan sungguh-sungguh, berkali-kali jatuh, berkali-kali bangkit dan berkali-kali pula belajar. Padamu kalimat barusan adalah ungkapan serius. Rah, di mana ada kenangan yang manis, tentu tumbuh rindu juga di sekitarnya. Hampir seperti semut tak tahu malu yang selalu berjalan di tembok belakang rumahku. Maka biarkan aku bercerita kenapa rindu yang sialan itu mampir juga hari ini. 

Kamu tahu, aku kerja sepanjang sore sebelum menghabiskan malam di warkop dekat rumahku dengan lagu-lagu playlist buatanku. Aku selalu memikirkanmu, memikirkan sifatmu yang dingin itu, memikirkan kenapa rindu selalu datang padahal tak pernah di undang, sampai-sampai puisi yang aku buat bisa menghabiskan dua halaman hanya untuk memikirkanmu. 

**
Bila di antara kita tak ada pesan yang mampir, biarkan kita menikmati itu sungguh-sungguh seperti menikmati secangkir teh hangat di pagi hari. Bila kesepian itu datang terus di kamarmu, marilah keluar kamar untuk sekadar melihat betapa pasrahnya daun yang masih ada di ranting pohon. Cinta itu mahal Rah, tapi beberapa diobral sangat murah, seperti pertemuan kita kemarin, singkat. Rindu pun juga sangat menjengkelkan.

Tapi biarkanlah, biarkanlah kuselesaikan puisi ini dengan tidak membayangkanmu. Hahaha tapi hei! Kamu perlu tahu, aku selalu punya surat buatmu, surat yang tidak punya tekad untuk sampai padamu sejak kalimat pertama.


Perjalanan tak tergantikan

Rahmi lihatlah seekor semut 

yang berjalan di pohon mangga

depan rumahmu                                

Ia berjalan dengan langkah pendek 

dan rasa kangen yang panjang

kepalanya tegak, tak tunduk 

berjalan sejauh mungkin


Bila sehari saja kita bisa 

menjelma seperti semut 

kurasa kita mempunyai banyak cerita 

dan bahagia untuk berdua 

Kita akan menikmati 

proses perjalan yang panjang 

Perjalanan tak tergantikan 

Perjalanan yang sulit dilupakan

Perjalanan cinta yang semestinya kita wujudkan


Selesai perjalanan ini barangkali 

kamu akan terus menjaga harapan 

menjaga ingatan 

dan seperti cerita babi ngepet

melindungi kenangan dari angin dan lilin padam




Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama

Minggu, 27 Februari 2022

Cerita dari meja makan: Nasehat ibu untuk aku dan Liverpool

Di dalam rumah kecil berukuran 12x15m, satu keluarga tengah menghabiskan sabtu siang dengan kesibukan masing-masing, bapak yang berkumis hitam sedang mencuci sepeda motor di teras depan rumah dan ibu yang berumur 60-an berwajah ceria, berkaus putih bertulisan "YNWA" yang sedang berjalan membawa hidangan di piring menuju meja makan, dan aku mahasiswa semester akhir yang nyaman rebahan sedang memainkan gitar kesayangan. 

Menjelang siang, bapak, ibu dan aku berkumpul di meja ruang tengah untuk makan siang. Tak lama kemudian, masing-masing memilih hidangan yang sudah ibu siapkan sejak satu jam sebelumnya. Sop ayam, pergedel jagung, tempe goreng, dan sambal jatuh ke piring. Makan siang bersama kemudian dimulai. 

Wajah ibu terlihat putih bersih karena rutin dioleskan dedaunan herbal, menjadikannya tampak lebih mudah beberapa tahun. Di kursi lain, raut muka bapak dan aku sedang tidak enak. Hari-hari yang berat karena pekerjaan dan kebutuhan memang gampang jadi beban banyak orang. Menjelang berakhirnya makan siang, obrolan di meja seketika berbeda. 

"Nak gimana kerjaanmu? Kuliahmu lancar?"

 "Alhamdulilah lancar semua pak" 

"Kata ibu malam tadi kamu pulangnya larut malam, kenapa? Abis nobar Liverpool?"

"Iya pak, maaf" 

Dan akupun terdiam setelah itu. Lalu ibu membereskan piring dan berkata "nak ibu tidak melarangmu pulang malam, tapi kamu harus tahu waktu, kamu sudah dewasa, sudah punya tanggung jawab, kalau kamu pulang larut malam terus efeknya nanti ke kesehatanmu itu bisa merugikan kamu, ibu tahu kamu suka banget sama Liverpool tapi kamu harus tahu batasannya, mendukung tidak mesti selalu ada, kan?"

"Iya buk, maaf" 

Hanya tiga kata yang bisa aku jawab dari pertanyaan ibu. Akupun berlalu memasuki kamar dan kembali bermain gitar. 
Jujur, sangat sulit untuk menghentikanku mengikuti Liverpool. Jika akhir pekan tidak ada pertandingan Liverpool, aku sering keluar rumah atau ke tongkrongan hanya untuk mengarang lagu dan menulis artikel tentang sepakbola. Sekali lagi, aku minta maaf untuk hal-hal yang terlewat di rumah selama ini. Mungkin bapak dan ibu tak pernah suka, tapi bagaimana caranya menasehati orang yang sedang jatuh cinta sama club kebanggaan?

Ditulis oleh : Fanni Indra Pratama

Jumat, 18 Februari 2022

Hujan berhenti lebih awal

Di bawah langit Tuhan
Air keajaiban menurun perlahan
Ada tanah, pohon, dan bangunan
Ikut membasahi setiap detik, setiap menit

Pagi hawa yang dingin
Tetap berangkat kerja untuk si buah hati
Awan gelap telah memudar
Pertanda hujan telah berhenti

Jam delapan pagi kaki ini mulai melangkah
Sepuluh jari ini telah mengangkat tangan ke atas untuk berdoa
Bismillah
Rezeki hari ini akan segera tiba

Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama

Kamis, 10 Februari 2022

Merindukanmu saat kau tak ada

Aku ingat betul bagaimana dinginnya malam itu. Angin dari utara begitu kencang menghempaskan air matamu. Dua gelas teh hangat masih tak mampu menghangatkan satu malam dan mengantarkannya kepada pagi yang lain. 

Aku sudah lama merindukanmu dengan pertanyaan tak terjawab atau segala amarahmu yang selalu melatih kesabaranku.
Ini tentang dirimu rin, tentang kenapa aku menahan tiga tahun nafsu dan menggelontorkannya sekali malam. Apologi itu selalu menyedihkan tapi tak pernah bagi rindu yang serius. 

Malam di sini dingin, tapi tak perlu juga membandingkannya dengan temperatur di tempatmu sana. Rindu ini menggebu, masih seperti dulu tidak ada yang berubah dan hanya ada cemburu yang siap menjaga udara di sini tetap pas. Hangat. 

Di antara rumahku dan rumahmu cuma terpisah sekiranya satu sekolah menengah swasta, tapi itu pun aku masih merasa kamu demikian jauh. Kadang-kadang segala hal cuma soal hati saja. Soal pilihan semata. Bahwa tak ada jarak yang sepanjang perasaan yang mengeras.

Pikiran yang menggebu? Itu juga. Telinga yang tertutup dan bibir yang tak sudi ketemu. Kadang-kadang lagi menjadi jauh itu lesap sekali, kita bisa selamanya gagap dalam perasaan malu-malu. Sssttt tak ada yang tahu. Seperti biasa setiap menulis tentangmu aku selalu selipkan puisi yang mungkin bisa bikin kamu jengkel wkwkwkwk. 


Teh hangat menuju petang

Rin, tidak ada suasana baru
Sejak kamu pergi
Segala yang baru di antara kita
macam gula jawa
dalam secangkir teh hangat
Di ruangan 6x7m yang sepi ini
Aku merindukanmu, iya merindukanmu
Merindukan buatan teh manismu
saat petang tiba
Merindukan tawamu
saat senja datang
Merindukan tangisanmu
saat matahari terbenam
Hoii cintaku
Masih rindukah padaku?
Hahahaha..

Ditulis : Fanni Indra Pratama


Senin, 31 Januari 2022

Berawal dari kegelisahan

Tepatnya 18 Januari 2020 untuk pertama kalinya terlintas dalam pikiran saya untuk menulis di blog pribadi. Blog kompas yang bernama Fanni123kompasiana. Di blog inilah cerita keluh kesah saya tuliskan. Saya suka menulis, sebab dari menulislah segalanya jelas sekaligus terjaga samar. 

Ya, pada awalnya Fanni123kompasiana hanya saya anggap sebagai wadah atas keresahan pikiran-pikiran liarku dalam menikmati kegabutan dan keresahan yang saya alami. Saya tidak memasang ekspektasi jauh perihal blog ini akan menjadi tempat curhat terbaru. 

Setelah dua tahun saya menulis di blog Kompasiana akhirnya saya bermutasi di blogspotcom. Kalau ditanya alasanya kenapa saya bermutasi, ya karena saya ingin tenang dalam menulis. Di Kompasiana terlalu banyak iklan dan itu membuat saya tidak terlalu leluasa mengeluarkan ide-ide atau gagasan baru untuk artikel pribadi saya. Setelah berpikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog baru yang bernama "anakanggutblogspot.com> anakanggut.com".

Pasti banyak yang nanya kenapa engga buat nama lengkap untuk blog pribadi. Hmm saya ingin teman-teman yang lain di Gang Soetta Anggut bisa menularkan cerita-cerita baru di blog ini. Dan saya ingin menjadikan blog ini sebagai pengingat bahwa cerita aku dkk akan selalu di kenang untuk anak, cucu kami nanti. "Nak bapakmu dulu pernah menulis tentang club kebanggaanmu, Liverpool" atau "Nak waktu bapak masih remaja dulu bapak pernah menuliskan cerita tentang mamamu, coba deh kamu baca".

Hahaha cerita-cerita lucu semacam itu akan menjadi sesuatu hal yang keren untuk di kenang. Di blog baru inilah wadah keresahan dan kegabutan aku dkk dilanjutkan lagi.

Bismillah

Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama



Selasa, 18 Januari 2022

PS Bengkulu; Harapan dan doa

Cinta? Ketulusan? Kebanggaan? Itu adalah tiga kata yang sering ditanyakan oleh orang-orang yang belum paham dengan dunia suporter. Banyak orang yang menganggap sepakbola hanyalah permainan biasa. Namun bagi kita yang paham betul dunia suporter dan seluk beluknya, pasti kita menganggap sepakbola lebih dari itu. Ya, lebih dari itu. Sepakbola bukan hanya sekadar permainan 11 vs 11 dalam merebut dan mencetak gol ke gawang lawan. Sepakbola melambangkan romantisme, cinta dan harga diri. Memang berlebihan. Namun itulah kenyataannya.

Berbicara tentang sepakbola, mesti tak luput dari tim legendaris kebanggaan kota tercinta kita. Tidak lain dan tidak bukan adalah PS Bengkulu. Club kebanggan Tobo Kito yang pernah menjadi jawara pada masanya merupakan sebuah identitas lain dari kota Bumi Rafflesia.

PS Bengkulu melambangkan sebuah romantisme yang tidak ditemukan oleh pasangan manapun. Mengantre tiket, bernyanyi bersama dan menikmati senja di kemenangan akhir pekan. Benar-benar romantisme yang nyata. Walaupun sekarang sang legenda Tobo Kito memulai kembali ke liga 3 Indonesia, bukan berarti kita tidak bangga. Kita harus mendukung dengan hati yang penuh rasa percaya. Percaya bahwa PS Bengkulu bisa kembali naik ke liga 2 kompetisi liga Indonesia.


Saat PS Bengkulu berlaga, akan menjadi masa dimana pikiran dan sebuah perjalanan cinta yang tak beralasan ini diperjuangkan dengan penuh rasa bangga. Menang atau kalah hal yang wajar dalam sepak bola dan kita selalu mengamini hal itu.

Suka dan duka selalu mengiringi sebuah perjalanan dalam mengawal tim PS Bengkulu. Rindu? Pasti, tapi semua mungkin sudah dalam fase mengikhlaskan. Namun percaya atau tidak, semua pasti akan terulang kembali, semua pasti bisa berkumpul bersama-sama lagi dan PS Bengkulu tetaplah sebuah klub kebanggan Bumi Rafflesia yang selalu menimbulkan cinta dan kerinduan yang kadang mengalahkan logika bagi yang mencintainya.

Terakhir, selamat bergabung kembali di kompetesi liga 3 Indonesia, semoga namamu selalu menjadi alasan tersenyum bagi seluruh orang yang menyayangimu.


Penulis: Fanni Indra Pratama & Orbital Zanjaya





Buat adikku

Anggutlah dek, yang membawa kita belajar banyak, dari keadaan yang buntu dan kemiskinan yang sungguh-sungguh serta masa lalu yang manis dan sekolah yang susah.

Tapi anggut pula, dek, yang mengangkat kita pada perayaan. Kebersamaan antar tetangga, dan degup jantung yang setiap pesta tahun baru selalu meriah. Anggut dek, yang merayakan kebaikan impian-impian hitam dan harapan kecil yang selalu kamu nantikan. Betapa kesedihan begitu licik, dek, membawa semangat pada putus asa, dan rasa menyerah, dan seterusnya.

Anggutlah dek, yang menyelamatimu atas keberhasilan yang takarnya tak cuma duit dan duit, atau seberapa dikenal namamu, atau seberapa besar rumah kita,  namun, seberapa bersungguh-sungguh dirimu pada hal-hal baik, dan betul. Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil!

Dari situlah sisi hidup yang lain. Sisi lain yang mengajak kamu dan aku tumbuh.

***

Melihatmu memakai baju pernikahan pagi ini dalam bathin aku berdoa. Ya Tuhan semoga adikku bisa melewati badai rintangan rumah tangga yang siap datang kapan saja. Dan sepuluh jari inilah langkah awal doaku itu bakal kabul.

Kurasa begini saja. Setelah pernikahanmu nanti jangan melupakan anggut, tempat keyakinan dan keinginanmu selalu jadi kenyataan. Anggut mengharapkanmu selalu sehat dan bisa kembali dengan pencapaian yang kaudapat dengan jerih yang haibat. 

Aku sebagai kakakmu merindukanmu dengan perasaan senang, dengan rindu yang akan aku simpan pada sebuah sudut kosong di ruang dapur. Supaya kelak jika kamu kembali, kangen bapak, ibu dan aku ini masih saja terjaga dan tetap syahdu begini. Ya sudah, salam buat suamimu dan rumah barumu.. 

Kakakmu, Fanni Indra Pratama



PS: Pertama kali tulisan ini kubuat di buku kecil sebagai hadiah ulangtahunmu. Tapi, setelah melihatmu memakai baju gaun seperti pahlawan ratu, aku melanjutkan lagi tulisan ini, seperti yang kamu tahu tiap tulisan punya nyawa dan takdirnya sendiri. Dia tidak mau tinggal di buku kecil saja, dia ingin dibaca, dia merengek minta diunggah. Kebetulan blog kakakmu seadanya ini sedang giat sekali menulis tentang hal-hal yang bisa bikin senang.

22 Oktober 2021

Ditulis oleh: Fanni Indra Pratama


Senin, 17 Januari 2022

Liverpool : Pagi itu hujan turun lebih awal

Anggaplah Liverpool adalah cinta kami yang lain, dan dia sedang bersembunyikan sesuatu dari kami beberapa waktu ini. Setiap kali kembali kerumah hati nya gundah, wajahnya kurang bersinar, bebannya terlalu banyak tapi membagi kepada kami ia memilih tidak. Setiap kali ia berlaga, yang datang dari hasil-hasilnya cuma rasa lowong dan pertanyaan kenapa dengan semua ini. Anfield juga begitu,besar dan catnya mengelupas kena hujan bak rumah pensiunan perusahaan kapal.

Ada banyak hal yang tak bisa kujelaskan di hidup ini. Salah satu hal itu berupa pertanyaan; kenapa. Kenapa meskipun aku tahu sumber kesedihanku, aku tetap merasa sedih? Kepadamu biar kubagi, cuma supaya kamu tahu.

Tim ibu kota Spanyol yang kaya raya menebas peluang menang sejak menit awal pertandingan. Dari gol pertama hingga 3-1 untuk kemenangan Real Madrid, yang tersisa dari tribun hanya umpatan kata kotor dan aneka warna pelangi yang jika kamu saksikan belum tentu indah tapi sudah pasti jelek. Pertandingan berlangsung tanpa penonton dikarenakan kondisi pandemi yang belum usai, ntah kenapa semangat pemain hari itu sangat menurun, seperti anak ayam tanpa induk. Aku sangat geram sekali melihat permainan mereka. Ini adalah 8 besar Liga Champions di mana zaman tampak getir, semua orang mulai gelisah dan mengabarkan isi hati kepada orang luas bahwa mungkin saja kiamat makin dekat. Mungkin tidak makin jauh. Setiap kekalahan bisa jadi lebih meresahkan dari biasanya.

Ketika sesuatu mengecewakanmu, tubuh dan pikiranmu akan bereaksi buruk. Dugaan baik tidak banyak membantumu, kamu terlanjur kecewa. Ketika pacarmu berkhianat, dadamu langsung penuh dengan amarah, dan kamu ingin mendampratnya habis-habisan. Seakan-akan kamu orang yang paling pantas untuk kecewa dan berhak sedih. Begitulah kira-kira, kamu tahu, kan? Sebangun tidur perasaanku persis begitu. Aku dan kawan-kawan penggemar Liverpool di grup Whatsapp merasa malu dengan kabar Liverpool kalah 3-1 atas club Ibukota Spanyol, Real Madrid.

Aku mencoba mencari kata-kata untuk menjelaskan kepadamu perasaanku, tapi tak ketemu. Ada yang sesak di pikiranku, ada kecamuk, dugaan buruk yang mengular seperti panas nya kota Bengkulu. Di timeline twitter semua orang membahasnya, dan semuanya seolah mengejekmu, dan kamu tersudut. Belum selesai memar di batin kemarin, penghakiman itu datang lagi pada tim ini. Ada perasaan letih, capek, malas berjalan, sudah sajalah dan lain-lain.

Aku kecewa. Aku marah untuk 3 gol yang membuat tim ini kalah. Aku marah atas ketakutan kalian pada Real Madrid. Padahal kami puya kepercayaan yang amat besar pada tim. Kepercayaan bahwa banyak dari kami akan jadi panji-panji yang berdiri di belakangmu. Di banyak keyakinan dan doa-doa kami, kami percaya bahwa kalian punya cukup kekuatan untuk mengalahkan Real Madrid. Tapi ... tapi kenapa?

Setiap cinta layak dapat kerinduan paling lamat. Dalam hal ini kami sebagai pecinta Liverpool tentu sadar, bahwa tiap pertandingan Liverpool yang kami nanti adalah bagian dari cinta itu sendiri. Artinya, jauh bahkan sebelum Liverpool jadi terkenal seperti sekarang, setiap pertandingan Liverpool tak pernah main-main. Pertandingan Liverpool, seperti semua pertandingan sepak bola lainnya, adalah kisah. Ia tak pernah berhenti kata "permainan". Persiapan, jerih keringat, usaha panjang, gol, offside, keadilan, mafia, dan judi. Semuanya adalah rangkaian alami untuk membuat permainan ini naik kelas menjadi kisah.

Saat ini Liverpool di sisa liga sudah tidak bisa mengejar point Manchester city yang ada di peringkat pertama klasmen, sementara para pendukungnya masih ingin berjuang lebih agar timnya tembus target seperti sales duduk manis menunggu slip gaji akhir bulan. Tidak bisakah kita berjuang meraup poin lebih? Setidaknya berpesta di sarangnya sendiri sampai akhir musim. Orang-orang yang menunggu masih setia, menggenggam erat conveti yang melulu tertunda. Ah andai saja kita merajai tiap pekan.

Sisa musim paling mungkin diselesaikan dengan rasa percaya; pada pengelola supaya bekerja sebagaimana mestinya, pada pelatih dan pemain agar memberikan seluruh kekuatannya di lapangan hijau, para pendukung untuk tetap setia lantang bernyanyi ''You'II Never Walk Alone". Mengingat Liverpool dapat mencuri beberapa point di laga tandang dan membalik keadaan, nampaknya kita semua masih memiliki harapan. Seperti kata orang dulu, jika sudah tidak punya harapan, kita tidak punya apa-apa lagi. Pagi itu hujan turun lebih awal. Begitu juga tekad kita.



13 April 2021




Sebuah Cerita Cinta yang Besar

Pagi itu sebuah kopi, teh dan gorengan sudah ada di meja makan yang siap di santap oleh penghuni rumah. Entah kenapa mentari pada hari minggu itu sedikit menyilaukan mata dan membuatku terpaksa bangun pagi. Harusnya aku bangun lebih siang karna malam nya aku begadang menonton Liverpool berlaga. Perlahan mungkin aku meyakini bahwa hari minggu akan ku lalui dengan baik dan menyenangkan. Liverpool, tiada kabar baik sampai pagi itu, kecuali gol  Moh Salah mengguncangkan Anfield. Sedangkan aku merasa biasa saja dengan kabar itu. Hahaha haruskah aku merasa senang? Sedikit. Karna aku sudah tahu kualitas Moh Salah kalau sudah di lapangan hijau.

Sedikit memutar kembali memori, aku pertama kali bertemu dengannya tepat di tiga tahun sebelum hari ini. Hari ini di pagiku yang cerah ada pesan yang tidak mengenakan dalam benakku dari si dia, karena aku harus dihadapkan dalam satu pilihan, yaitu memilih hubungan ini atau kawan - kawan yang sudah aku anggap saudara. Seketika mau tidak mau harus memberi suatu keputusan spontan yang sangat terpaksa. Sebenarnya aku sering bertanya dengan diri sendiri, mengapa aku dihadapkan dalam kondisi seperti ini, mencintai sesuatu yang fana justru lebih menyayah hati ketika ketimbang mecintai yang insan.

Bagiku kawan-kawanku sudah lebih dari sebuah insan yang selalu bersama tiada kelarnya, kesal sekali karna membodohkan pikiranku hingga tiada nalar hahha. Hingga pada hari itu, dengan sangat beratnya aku memilih teman-temanku, ketimbang melanjutkan hubungan asmaraku ini. Jadi ingat quotes penulis favoritku Donny Dhirgantoro "Persahabatan adalah hati terbuka, senyum, uluran tangan, pelukan, pendengaran, yang tanpa pamrih memberi dan selalu ada". Aku meyakini hidup akan tetap berlanjut dan akan tetap kutempuh. Aku percaya urusan asmara tuhan sudah mengaturnya.

Kembali aku menerka memori- memori kelam waktu itu, sedikit kulalui satu persatu memori itu. Bahwa memang benar tiada yang membahagiakan selain kawan-kawanku, seseorang asing yang datang begitu saja tak tahu darimana, begitupun tanpa terencana. Orang asing yang dulu tidak pernah kenal sama sekali, namun tiba-tiba kini selalu bersama. Seperti cinta, kamu tidak akan pernah berencana tentang sebuah persahabatan. Mengapa sebenarnya orang-orang selalu bertanya mengapa harus mecintai? Bukankah hal itu sebuah hakikat alami yang tuhan berikan kepada insan dibumi? Ya kebetulan saja aku jatuh cinta dengan keadaan, dimana keadaan aku ini yang selalu membuat tak bisa pergi dari garis pertemanan ini.

Hal yang paling pait ketika dia bertanya padaku bahwa "Apasih hal lain yang bisa dirasakan bahagianya selain kawan-kawanmu?" Aku rasa ini susah,karna tidak ada. Selain canda tawa dan berbagi kebahagian. Aku sedikit banyak juga merasakan hal jauh lebih nyaman ketika bersama kawan-kawanku. Entah apa yang harus menjadikan alasan dalam sebuah pilihan, menurutku pun sebuah pilihan belum tentu memiliki alasan yang kuat

Kebahagiaan pun semu, tidak pasti bisa dirasa dan apabila menurutku bahagia, orang lain pun belum tentu merasa. Aku dan dia pun selalu berbeda paham dalam kebahagiaan,dan aku tidak terlalu merisaukannya. Kebahagiaan pun aku yang memilih dan memiliki. Pada akhirnya aku memilih kawan- kawanku.

Emosi ini aku tuangkan dalam sebuah tulisan, yang sebenarnya mewakili banyak rasa. Karna memang berbicara memilih dan memiliki sungguh menguras hati. Aku sebenarnya tidak larut dalam pusaran ini, dan biarkan pusaran ini mengalir begitu saja. Terakhir. Kawan-kawanku adalah kebahagiaan fana abadi dalam hidupku. Kebahagiaan yang selalu ada kini nanti dan selamanya. Tiada nalar yang dapat diterima untuk sebuah alasan mecintai dan alasan mengapa tetap berada di garis pertemanan ini. Buatku ini lebih dari sebuah hidup,siklus dan rantai makanan. Sungguh janganlah  ditepis kata-kata busukku ini, karna aku tuliskan ini dari hati.


13/02/2021