Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Rabu, 03 Desember 2025

Sebuah Pesan Buat Anakku Nanti


Nak, sini, duduk dulu bentar, ada yang ingin Ayah omongin sesuatu ke kamu. Beberapa malam ini tiap lewat kamarmu Ayah sering dengar kamu lagi telfonan sama seseorang sampai dini hari. Kalau Ayah boleh tahu kamu sedang telfon sama siapa? 

Engga usah takut, cerita aja, Ayah tidak akan memarahimu. 

“Aku lagi dekat sama perempuan, yah. Dia temen kelasku. Baru seminggu lalu mulai komunikasinya”

Ohh gitu, baiklah, besok-besok kalau kamu menyukai seorang perempuan, tidak apa-apa bila Ayah tidak tahu, karena mungkin kamu belum siap mengatakannya. Ayah juga mengerti, kamu sudah umur 17 tahun, sudah memasuki masa remaja. Ayah hanya berpesan agar jangan sembarangan mengutarakan perasaanmu itu kepadanya. Kalau kamu mau mengutarakannya, maka kamu wajib mengabarkannya dahulu kepada Ayah dan Ibu. Karena perkara itu bukan main-main.

Bila kamu merasa belum cukup kuasa mengatakannya. Maka jagalah dia seperti kamu menjaga perasaanmu sendiri. Jangan sekali-kali menyebut namanya sembarangan. Itu bisa menjatuhkan kehormatannya. Itu bisa menjatuhkan perasaannya dan membuatnya berasumsi tentangmu. Kamu perlu ingat itu.

Kamu boleh diam untuk menyusun rencana, tapi tetaplah bergerak. Karena cinta itu energi yang luar biasa untuk melakukan banyak hal baik.

Mudahkanlah urusannya diam-diam. Buatlah dia bahagia diam-diam. Kamu tidak usah tampil bagai pahlawan yang seolah-olah selalu ada ketika dia butuhkan.

Sembunyilah di tempat yang aman, tapi selalu terjaga untuk membuatnya tetap aman.

Mudahkanlah urusannya, bantulah dia menyelesaikan masalahnya diam-diam. Buatlah dia bahagia diam-diam. Doakan dia dengan cara-cara yang ahsan.

Ayah percaya dengan itu kamu akan menjadi orang pertama yang bahagia karena dia bahagia. Karena, satu kesalahan besar laki-laki yang Ayah tahu adalah mengatakan perasaannya tapi tidak siap untuk mengikatnya.

Kamu anak laki-laki ayah, Ayah akan marah jika kamu menyakiti hati seorang perempuan. Ingat ya nak. Menyakitinya berarti sama saja dengan menyakiti ibumu.


Ayahmu, Fanny Indra Pratama

Tidak ada komentar :

Posting Komentar