Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Sabtu, 29 November 2025

Kembali lagi ke sini




Percayakah kalian tentang takdir? Tentang garis takdir yang dengan sempurna disusun oleh Tuhan, dengan berbagai skenario tak terduga di dalamnya, kemudian menjadi suatu benang merah di kehidupanmu.

Aku sangat percaya dengan permainan takdir ini. Jika aku boleh katakan, takdir ini lucu. Dunia ini kadang suka bercanda. Atau mungkin, Tuhan memang sangat periang dan bercanda adalah kegemarannya.

Aku yakin di setiap pertemuanku dengan orang-orang di dunia adalah jalan takdirku yang sudah disusun sedemikian rupa oleh Tuhan. Entah bertemu dengan teman, guru, dosen, atau bahkan orang asing yang lewat seperti pengendara motor yang sedang menunggu penumpang disebelahku.

Semua punya maksud dan tujuan yang mungkin akan kuketahui nanti di kemudian hari. Tidak beda halnya dengan kamu. Bertemu denganmu untuk kedua kalinya adalah salah satu dari sekian skenario hebat buatan Tuhan. Kukatakan hebat karena sejak pertemuan pertama itu, kamu berhasil mengubah duniaku seutuhnya.

Tapi, kehadiranmu sudah ditetapkan untuk bertahan di garis takdirku. Kita bertemu kembali setelah 5 bulan dalam waktu yang panjang. Kamu masih seperti yang dulu saat pertemuan kita yang pertama. Tidak ada yang berubah, yang ada kamu jadi tambah cantik dan ingin memeluk erat-erat. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa pertemuan pertama yang katamu lucu itu membawamu menjadi bagian dari hidupku.

Kini, aku kembali percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana terbaik. Hal yang membuatku bisa kepikiran semalaman dan kulakukan setiap malam, sekarang sirna begitu saja ketika aku bertemu kamu.

Kehadiranmu di hidupku adalah sebuah hadiah sebagai penghargaan untukku yang telah susah payah bangkit dari keterpurukan. Bertemu untuk kedua kalinya denganmu adalah sesuatu yang tidak pernah kuduga.

Kota Kupang menurutku bukan hanya sekedar kota biasa, tapi sudah ku anggap seperti kota keduaku. Di kota inilah aku bisa merasakan hal indah yang belum pernah aku rasakan. Aku sangat nyaman berada di kota ini. Tapi berada di dekatmu membuatku lebih nyaman. 

Kehadiranmu memberikan kenyamanan yang sudah lama tidak pernah kurasakan. Mungkin, rasa nyaman itu sengaja diberikan Tuhan lewat Kota ini dan sosokmu, agar aku belajar di dunia ini aku bisa merasa lengkap dengan seseorang.

Dan mungkin sekarang Tuhan sedang memberikanku pelajaran yang lain melalui kamu. Aku tidak tahu apa lagi, karena bagiku rasanya sudah cukup belajar tentang melepaskan seseorang yang kusayang selama ini.

Semoga kali ini, aku tidak perlu belajar lagi tentang materi yang sama dari kamu, ya.
Dan kuharap, semesta mendukung kita untuk tetap saling berdampingan setelah sekian lama kita akhirnya saling menemukan.

Terima kasih, Kota Kupang, terima kasih untuk ceritanya. Sampai jumpa..


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Tidak ada komentar :

Posting Komentar