Aku tidak menyangka kembali lagi di titik ini. Titik di mana merasa kecewa dan tak tahu harus berbuat apa. Untuk ke dua kalinya aku gagal tes wawancara pekerjaan.
Saat lagi makan mie ayam di tempat langganan, tiba- tiba hp berdenting dan ku melihat ada notifikasi dari email. Setelah ku baca, aku tidak lolos tes tahap akhir (wawancara) di perusahaan pertambangan di Maluku.
Bingung, harus berbuat apa. Segala upaya sudah dilakukan tapi hasil akhir selalu tidak berpihak ke diriku.
Dari dulu aku tidak pernah suka ujian, tes, seleksi dll. Mau bentuk apapun itu. Ntah apa yang salah, tapi dalam ingatanku, hasil ujian selalu menempatkan aku sebagai orang yang biasa saja. Ujian untukku, terkadang hanya sebuah validasi bahwa aku tidak pernah bisa melampaui standar orang-orang.
Kenapa ya? Kenapa? Otakku selalu kurang, selalu ada informasi yang terlupa, atau bahkan tidak tahu, seakan-akan dunia ini terlalu luas, untuk diingat, atau mungkin otakku yang terlalu kecil untuk mengetahui informasi yang ada di dunia ini? Aku lelah sekali selalu seperti ini. Kenapa orang lain bisa, sedangkan aku tidak bisa? Kenapa ya?
Di dunia yang semakin tidak adil ini, rasanya takut sekali tidak bisa bersaing. Dunia bergerak semakin cepat, hal baru terus berdatangan. Dengan kemampuan yang hampir selalu gagal, apa aku bisa bertahan?
Ditulis: Fanny Indra Pratama
.jpg)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar